Bandara Ngurah Rai Bali Kini Terhubung Bandung, Penerbangan Perdana Jadi Momen Istimewa Jelang HUT ke-81 RI
Mangupura (beritajatim.com) – Konektivitas udara antara Bali dan Bandung kembali terbuka. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menyambut penerbangan perdana rute Bali–Bandung pulang-pergi (PP) yang dioperasikan Garuda Indonesia pada Jumat (14/8/2026).
Penerbangan ini sekaligus menandai kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara Bandung untuk penerbangan reguler. Momen tersebut terasa semakin istimewa karena berlangsung menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA335 berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pukul 09.44 WITA dengan membawa 162 penumpang.
Pesawat kemudian tiba di Bandung pada pukul 10.15 WIB. Penerbangan tersebut menjadi penerbangan pesawat jet perdana yang mendarat di Bandara Husein Sastranegara setelah dilakukan optimalisasi kembali untuk penerbangan reguler.
Untuk rute sebaliknya, penerbangan GA334 berangkat dari Bandung pukul 11.47 WIB dan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pukul 14.30 WITA dengan membawa 162 penumpang.
Rute Bali-Bandung Perkuat Konektivitas Udara
PGS General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Purna Irawan, menyambut positif pembukaan kembali konektivitas penerbangan langsung Bali-Bandung.
Menurutnya, rute baru tersebut memiliki arti penting karena tidak hanya memperluas pilihan perjalanan masyarakat, tetapi juga hadir menjelang momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.
“Kami menyambut baik hadirnya penerbangan perdana dari dan menuju Bandung. Momen ini menjadi semakin istimewa karena berlangsung di tengah semangat menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan konektivitas udara yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Purna Irawan.
Ia menilai Bali dan Bandung memiliki potensi besar untuk saling mendukung. Kedua wilayah tersebut dikenal sebagai destinasi wisata sekaligus memiliki aktivitas ekonomi yang cukup kuat.
Kehadiran penerbangan langsung diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat, wisatawan, maupun pelaku usaha yang melakukan perjalanan antara Bali dan Bandung.
“Kami berharap konektivitas ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin bepergian antara Bali dan Bandung, sekaligus mendorong semakin banyaknya wisatawan dan pelaku usaha untuk menjelajahi potensi kedua daerah,” tambahnya.
Ngurah Rai Kini Layani 23 Rute Domestik
Pengoperasian rute Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara turut menambah jaringan penerbangan domestik yang dilayani Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Hingga pertengahan Agustus 2026, Bandara Ngurah Rai Bali terhubung dengan 23 rute domestik. Sementara jika dihitung dengan jaringan penerbangan internasional, bandara tersebut melayani total 64 rute domestik dan internasional.
Penambahan rute Bali-Bandung diharapkan semakin memperkuat posisi Bandara Ngurah Rai sebagai salah satu simpul utama konektivitas udara Indonesia, khususnya untuk mendukung pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi.
Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga menyampaikan apresiasi kepada Garuda Indonesia dan seluruh pihak yang mendukung pembukaan kembali konektivitas tersebut.
Garuda Indonesia Layani Penerbangan Bali-Bandung
Purna mengatakan pengelola Bandara Ngurah Rai berkomitmen mendukung pengembangan jaringan penerbangan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan pelayanan.
“Kami sampaikan apresiasi kepada Garuda Indonesia dan seluruh pihak atas dibukanya konektivitas baru ini. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berkomitmen untuk memberikan pelayanan sepenuh hati dengan terus mendukung pengembangan jaringan penerbangan yang mengedepankan aspek pelayanan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara,” tutup Purna.
Dengan kembali terhubungnya Bali dan Bandung melalui penerbangan langsung, masyarakat kini memiliki alternatif perjalanan udara yang lebih praktis. Rute tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perdagangan, serta mobilitas masyarakat di kedua wilayah. (rea/ted)
Link informasi : Sumber