Terpanggang Matahari, Puluhan Peserta Gerak Jalan di Jombang Tumbang Usai Tempuh Rute Panjang
Ringkasan Berita:
- Puluhan peserta gerak jalan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Mojoagung, Jombang, tumbang setelah menempuh rute 8-10 kilometer di tengah cuaca panas ekstrem.
- Lebih dari 40 siswa SMA dan SMK mengalami dehidrasi, kelelahan, hingga pingsan saat mencapai garis finis di Lapangan Miagan, Jumat (14/8/2026).
- Petugas medis mengevakuasi peserta ke Puskesmas Mojoagung, RS PKU Muhammadiyah, dan Klinik Assalamah akibat kekurangan cairan setelah berjalan di bawah terik matahari.
Jombang (beritajatim.com) – Derap langkah kaki terdengar beriringan. Suara hentakan sepatu yang berpadu membentuk irama panjang, brak… brak… brak… mengiringi barisan peserta gerak jalan yang perlahan memasuki garis finis di Lapangan Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jumat sore (14/8/2026).
Namun, suasana yang seharusnya dipenuhi sorak kemenangan justru berubah menjadi kepanikan. Di tengah ratusan manusia yang memadati lapangan, beberapa peserta terlihat mulai kehilangan tenaga. Tubuh mereka melemah setelah berjalan jauh di bawah sengatan matahari.
Satu per satu peserta bertumbangan. Mereka bukan gagal menyelesaikan perjuangan, tetapi tubuh mereka tak lagi mampu menahan beratnya perjalanan. Puluhan pelajar peserta gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu akhirnya harus mendapatkan pertolongan medis.
Cuaca panas menjadi tantangan terbesar dalam kegiatan tersebut. Para peserta diberangkatkan sejak pukul 13.00 WIB, saat matahari berada di titik teriknya. Dengan jarak tempuh mencapai 8 hingga 9 kilometer, energi mereka terkuras hingga banyak yang mengalami kelelahan dan dehidrasi.
Petugas kesehatan yang telah bersiaga di lokasi langsung bergerak cepat. Peserta yang pingsan dievakuasi menggunakan tandu, kemudian dibawa menuju ambulans yang sudah disiapkan. Sirene kendaraan medis pun berkali-kali terdengar membawa para peserta menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagian peserta dilarikan ke Puskesmas Mojoagung, RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, serta Klinik Assalamah. Kondisi mereka rata-rata mengalami kekurangan cairan akibat paparan panas dan aktivitas fisik yang cukup berat.
Anggota Koramil Mojoagung, Sertu Muntoha, menjelaskan bahwa kegiatan gerak jalan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Mojoagung. Kegiatan itu merupakan hari kedua, setelah sebelumnya peserta tingkat SD sederajat mengikuti kegiatan serupa.
Peserta diberangkatkan dari area parkir Makam Mbah Sayid Sulaiman, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, kemudian berjalan menuju garis akhir di Lapangan Desa Miagan.

“Hari ini peserta SMA dan SMK sebanyak 35 regu, sedangkan peserta umum mencapai 116 regu. Untuk kategori umum jarak tempuh sekitar 8 sampai 9 kilometer,” ujar Sertu Muntoha yang juga menjabat sebagai Babinsa Miagan.
Dari ratusan regu yang mengikuti kegiatan tersebut, lebih dari 40 peserta harus mendapatkan perawatan karena tidak kuat menghadapi kondisi di lapangan. Mayoritas korban merupakan siswa SMA dan SMK yang mengalami kelelahan setelah menempuh perjalanan panjang.
Petugas medis, Tatag Septendi, mengatakan para peserta yang tumbang langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju sejumlah fasilitas kesehatan.
“Sebanyak 25 orang dibawa ke Puskesmas Mojoagung, 15 orang ke RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung, dan 4 orang ke Klinik Assalamah. Mereka mengalami kelelahan akibat cuaca panas, dehidrasi, kekurangan cairan, hingga akhirnya lemas dan pingsan,” kata Tatag yang merupakan perawat RS PKU Muhammadiyah.
Hari itu, garis finis yang seharusnya menjadi simbol keberhasilan justru menjadi lokasi perjuangan lain. Bagi puluhan peserta, menyelesaikan rute gerak jalan bukan hanya soal mencapai akhir perjalanan, tetapi juga tentang bagaimana bertahan menghadapi panas, kelelahan, dan kondisi tubuh yang hampir menyerah. [suf]
Link informasi : Sumber