Bupati Mojokerto Berangkatkan Tim Pembentang Merah Putih 1.000 Meter di Gunung Penanggungan

0

Mojokerto (beritajatim.com) – Semangat nasionalisme kembali bergema dari puncak Gunung Penanggungan. Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra secara resmi memberangkatkan tim petugas upacara bendera sekaligus pembentang Sang Saka Merah Putih sepanjang 1.000 meter dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi pemberangkatan berlangsung di Pos Registrasi Pendakian Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Minggu (16/8/2026) sore. Ratusan personel yang tergabung dalam tim tersebut akan menjalankan misi pengibaran bendera Merah Putih di kawasan puncak Gunung Penanggungan pada 17 Agustus.

Gus Barra (sapaan akrab, red) menyampaikan, kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan yang memiliki nilai kebangsaan sekaligus menjadi bentuk kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga semangat kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak lepas dari kerja sama lintas sektor, mulai dari Perum Perhutani KPH Pasuruan, Forkopimca Trawas, Pemerintah Desa Tamiajeng, Koperasi Masyarakat Desa Hutan (KMDH) Watu Kelir, komunitas pecinta alam, hingga para relawan.

Foto BeritaJatim.com
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra secara resmi memberangkatkan tim petugas upacara bendera di Pos Registrasi Pendakian Tamiajeng, Kecamatan Trawas. [Foto : ist]

“Kegiatan ini sudah menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan yang kita kenal setiap tahun. Ada sesuatu yang patut kita syukuri dari keberlangsungan kegiatan ini. Masyarakat, Perhutani, Pemerintah Desa, pengelola jalur, komunitas, relawan, dan berbagai pihak dapat terus bekerja sama sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Gus Barra juga mengapresiasi konsistensi seluruh pihak yang terus menjaga agenda bersejarah tersebut. Baginya, kegiatan pembentangan bendera raksasa di Gunung Penanggungan bukan hanya seremoni peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kecintaan terhadap bangsa.

Lebih lanjut, Gus Barra menegaskan bahwa Gunung Penanggungan memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Mojokerto. Selain menyimpan keindahan alam, kawasan tersebut juga kaya akan peninggalan sejarah yang menjadi bagian dari identitas daerah. Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat dan pendaki yang datang ke Gunung Penanggungan, Gus Barra mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian kawasan tersebut.

“Semakin banyak kegiatan yang berlangsung di kawasan Gunung Penanggungan, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaganya. Kebersihan jalur, kelestarian hutan, ketertiban pendakian, dan keselamatan pengunjung harus menjadi perhatian bersama,” imbaunya.

Foto BeritaJatim.com
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra secara resmi memberangkatkan tim petugas upacara bendera di Pos Registrasi Pendakian Tamiajeng, Kecamatan Trawas. [Foto : ist]

Dalam kesempatan itu, Gus Barra juga memberikan arahan kepada para petugas yang akan mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih dan membentangkan kain sepanjang 1.000 meter di puncak gunung. Ia meminta seluruh anggota tim menjaga kondisi fisik, memperkuat kekompakan, serta selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju lokasi upacara.

“Bagi para petugas yang sore ini akan diberangkatkan, tentu tugas ini sudah dipersiapkan dengan baik, perjalanan menuju puncak membutuhkan kondisi fisik yang prima dan kekompakan, karena itu selama perjalanan nanti, saling memperhatikan dan membantu menjadi hal yang penting,” tandasnya.

Dengan semangat kemerdekaan, bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di Gunung Penanggungan diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air di tengah masyarakat. [tin/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.