TPA Milangasri Magetan Darurat Sampah, DLHP Siapkan Perluasan Lahan hingga 2 Hektare
Magetan (beritajatim.com) – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Milangasri, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, kini menghadapi kondisi darurat sampah. Kapasitas lahan yang ada nyaris penuh, sementara sekitar 50 ton sampah terus masuk setiap hari tanpa mengenal hari libur.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan Saif Muchlisun mengatakan, pihaknya saat ini berupaya mempertahankan operasional TPA Milangasri sembari menyiapkan perluasan lahan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah membeli lahan di sekitar TPA untuk menambah area penampungan.
“Jadi, memang kita ini sudah darurat sampah, sering kali saya sampaikan. TPA Milangasri kita sudah penuh. Ini kita paksa untuk jangan sampai tutup,” ujar Saif.
Menurut dia, kebutuhan lahan tambahan diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Namun, luas lahan yang akan dibeli masih menyesuaikan ketersediaan tanah di sekitar TPA yang berada di Desa Milangasri.
“Kebutuhan kita sebenarnya 2 ha. Tapi nanti kita lihat di lokasi sana yang ada berapa,” katanya.
Selain memperluas lahan, DLHP Magetan juga tengah mengupayakan pembangunan TPA baru melalui pemerintah pusat. Saif menyebut pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), terutama karena keterbatasan anggaran daerah untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah berskala besar.
“Untuk ke depan kita mohon kembali ke Kementerian PU untuk minta pembangunan TPA yang dirasa daerah karena anggaran terbatas bisa di-handle dari sana. Ini sudah masuk, kemarin sudah di-desk. Mohon doanya nanti tahun depan bisa diproses,” jelasnya.
Sampah Masuk 50 Ton per Hari
Tekanan terhadap TPA Milangasri tidak hanya disebabkan keterbatasan lahan. Volume sampah yang masuk juga terus berlangsung setiap hari.
Saif memperkirakan sekitar 50 ton sampah masuk ke TPA Milangasri dalam sehari. Kondisi tersebut membuat DLHP harus mencari berbagai cara agar fasilitas yang ada tetap dapat digunakan sembari menunggu solusi jangka panjang.
“50 ton per hari. Ini tidak pernah libur,” ucapnya.
Untuk menyiasati keterbatasan kapasitas, DLHP kembali memanfaatkan area yang sebelumnya difungsikan sebagai ruang terbuka hijau untuk menampung sampah.
“Kita buka sementara. Akhirnya karena sudah agak lama, kita fungsikan lagi yang kemarin itu jadi area ruang terbuka hijau. Kita ubah lagi untuk menampung sampah ini,” terang Saif.
Jika area tersebut kembali penuh, DLHP menyiapkan metode landfill mining. Sampah yang telah lama tertimbun akan digali dan dikelola kembali sehingga ruang untuk penanganan sampah baru dapat tersedia.
DLHP Dorong Pemilahan dari Sumber
Di sisi lain, Saif menegaskan persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di TPA. Pengelolaan harus dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk melalui pemilahan sampah sejak dari sumber.
“Yang paling utama dari sumber ini harus ada pemilahan. Untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” tegasnya.
DLHP juga mendorong setiap desa dan kelurahan memiliki Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang bertugas mengelola sampah di tingkat lokal. Sampah yang sudah dikelola dari sumber diharapkan dapat mengurangi beban TPS maupun TPA.
Saif menyebut langkah tersebut sebenarnya telah memiliki dasar kebijakan melalui Instruksi Bupati Magetan Nomor 1 Tahun 2019.
“Lakukan saja, laksanakan saja Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2019. Membentuk KSM, nanti jemput sampah di situ. Lambat laun nanti sampah akan terkelola. Itu saja, kuncinya sebenarnya,” katanya.
Ia mengakui kesadaran sebagian masyarakat dalam mengelola sampah masih menjadi tantangan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, termasuk ke sungai, dinilai tidak cukup diatasi hanya dengan sosialisasi.
Karena itu, edukasi dan perubahan perilaku masyarakat perlu berjalan bersamaan dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur. Jika sampah dapat dipilah dan dikelola sejak dari rumah maupun lingkungan desa, volume yang berakhir di TPA dapat ditekan.
Kondisi TPA Milangasri sekaligus menjadi peringatan bahwa persoalan sampah membutuhkan penanganan berlapis. Perluasan lahan dan rencana pembangunan TPA baru menjadi solusi infrastruktur, sedangkan pemilahan dari sumber dan pengelolaan berbasis KSM menjadi kunci untuk mengurangi beban sampah dalam jangka panjang.[fiq/aje]
Link informasi : Sumber