Alibaba Luncurkan AI yang Bisa Berjalan di Laptop, Tantang Dominasi Meta

0

Jakarta (beritajatim.com) – Persaingan kecerdasan buatan (AI) global memasuki babak baru. Alibaba meluncurkan model AI baru yang dirancang dapat berjalan langsung di perangkat konsumen seperti laptop dan komputer dengan kartu grafis kelas konsumen.

Langkah tersebut memperkuat ambisi perusahaan teknologi asal China itu untuk bersaing dengan Meta dalam perebutan pasar open-weight AI, terutama pada teknologi yang memungkinkan pengembang mengunduh, menjalankan, serta menyesuaikan model sesuai kebutuhan.

Alibaba memperkenalkan Qwen3.8-27B, model AI berukuran relatif ringkas yang membutuhkan sekitar 17 GB dalam format terkuantisasi. Model tersebut diklaim mampu berjalan pada satu GPU kelas konsumen maupun laptop premium.

Menurut Alibaba, Qwen3.8-27B dirancang untuk menangani berbagai pekerjaan, termasuk pengodean, riset dan tugas berbasis agen atau agentic AI. Perusahaan mengklaim kemampuan model tersebut dapat menyamai sistem yang memiliki ukuran parameter jauh lebih besar.

Alibaba Buka Bobot Model AI Flagship

Selain model yang ditujukan untuk penggunaan langsung di perangkat, Alibaba juga membuka bobot Qwen3.8 Max, model flagship dengan 2,4 triliun parameter.

Dengan dibukanya bobot tersebut, pengembang memiliki kesempatan untuk mengunduh, menjalankan, melakukan modifikasi dan menyesuaikan model dengan kebutuhan mereka.

Strategi ini menjadi penting dalam persaingan AI karena model dengan open weights memberikan fleksibilitas lebih besar kepada pengembang dibandingkan sistem yang sepenuhnya bergantung pada layanan cloud tertutup.

Alibaba juga semakin kuat dari sisi adopsi pengembang. Berdasarkan laporan Hugging Face yang diterbitkan 14 Agustus, berbagai model berbasis Qwen telah mencatat lebih dari 3 miliar unduhan global dalam enam bulan.

Angka tersebut disebut jauh melampaui Google yang mencatat sekitar 418 juta unduhan dan Meta dengan 227 juta dalam periode yang sama.

Ekosistem Qwen juga berkembang pesat. Model turunannya di Hugging Face telah mencapai lebih dari 151.000, atau sekitar 2,6 kali jumlah jejak model Meta.

“Qwen telah menjadi bagian dari alur kerja default bagi para pengembang yang menentukan model mana yang akan di-fine-tune dan di-deploy,” demikian laporan Hugging Face.

AI Bisa Berjalan di Laptop Jadi Arena Persaingan Baru

Kemampuan menjalankan AI langsung di perangkat menjadi salah satu medan persaingan baru industri teknologi.

Model on-device memungkinkan sebagian pekerjaan AI dilakukan tanpa selalu mengirim data ke pusat data atau layanan cloud. Selain berpotensi meningkatkan privasi dan mengurangi ketergantungan terhadap koneksi internet, pendekatan tersebut juga dapat memangkas kebutuhan komputasi berbasis cloud untuk tugas tertentu.

Alibaba melihat peluang tersebut dengan menghadirkan model yang lebih kecil tetapi tetap memiliki kemampuan tinggi.

Persaingan semakin menarik setelah Meta sebelumnya mengumumkan rencana merilis keluarga model Muse Glimmer yang dirancang untuk dapat dijalankan pada laptop.

Langkah Meta tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya perusahaan Amerika Serikat kembali memperkuat posisi dalam ekosistem AI berbobot terbuka.

“Langkah Meta sendiri yang kembali merangkul open weights justru merupakan respons terhadap dua tahun lab-lab China yang merebut pangsa besar di pasar open-weight,” kata Nick Patience, kepala AI di Futurum Group, seperti dikutip CNBC.

Alibaba Bidik Pasar AI Global

Analis melihat kemampuan menghadirkan model AI canggih yang dapat dijalankan langsung pada perangkat sebagai faktor penting dalam menentukan persaingan berikutnya.

Neil Shah, co-founder Counterpoint Research, menilai perusahaan yang mampu menawarkan model open weights paling maju memiliki peluang besar memenangkan persaingan.

“Perusahaan yang mampu menawarkan model open weights paling canggih akan unggul dalam persaingan ini,” ujar Shah kepada CNBC.

Menurutnya, Alibaba tidak sekadar mengejar posisi sebagai pemain AI terbesar di China. Perusahaan tersebut juga berupaya memperluas pengaruh Qwen ke pasar global dan menantang dominasi Meta.

Bagi Alibaba, keberhasilan Qwen dalam menarik miliaran unduhan menjadi modal penting untuk membangun ekosistem pengembang yang lebih luas.

Jika tren tersebut berlanjut, persaingan AI global tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki model paling besar atau pusat data paling kuat. Kemampuan menghadirkan AI yang canggih, terbuka, murah, dan dapat berjalan langsung di perangkat konsumen juga akan menjadi faktor penentu dalam perebutan pasar AI dunia. (ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.