Gelorakan Semangat ‘Pantang Kapok’, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Gresik

0

Ringkasan Berita

* PT Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menjaga kelestarian pesisir dengan menanam 1.000 bibit mangrove serta melakukan pemantauan tanaman tahun-tahun sebelumnya di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026).

* Aksi kolaboratif yang melibatkan pemerintah desa dan kelompok nelayan lokal ini bertujuan mencegah abrasi, menyerap karbon, serta menjaga mata pencaharian nelayan setempat sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 13 dan 14.

—————————————————–

Gresik (beritajatim.com) — PT Pertamina Patra Niaga melalui unit operasionalnya Bitumen Plant Gresik kembali memperkuat benteng alami pesisir Jawa Timur dengan menanam 1.000 bibit mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Kamis (27/8/2026). Aksi hijau ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung konservasi lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Tidak sekadar menanam pohon baru, kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini juga dirangkaikan dengan pemantauan (monitoring) terhadap ribuan mangrove yang telah ditanam sejak tahun 2022. Evaluasi berkala tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup (survival rate) dan kualitas pertumbuhan tanaman berjalan optimal.

Operation Head Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik, Indra Gunawan, menyampaikan bahwa mayoritas mangrove yang ditanam pada tahun-tahun sebelumnya berhasil tumbuh dengan baik. Keberhasilan ini semakin memacu semangat perusahaan untuk terus berkontribusi bagi ekosistem dan masyarakat Desa Pangkah Wetan.

“Alhamdulillah, mangrove yang kami tanam pada tahun-tahun sebelumnya mayoritas tumbuh subur. Kami berharap bibit baru ini dapat terus tumbuh dan membawa manfaat nyata bagi lingkungan serta para nelayan. Kami berkomitmen untuk menanam setiap tahun, seperti tagline nelayan di sini: ‘Nandur sakkapoke, kapoke kapan? Ga kapok-kapok’,” ujar Indra semangat.

Inisiatif ini disambut hangat oleh masyarakat lokal. Ketua Kelompok Himpunan Nelayan Pangkah Wetan, Samaun, mengapresiasi konsistensi Pertamina Patra Niaga yang telah mendampingi wilayah mereka selama lima tahun terakhir. Menurutnya, keberadaan mangrove memberikan dampak langsung terhadap kelangsungan mata pencaharian nelayan.

“Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi nelayan di sini dan kami berharap program pelestarian ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” kata Samaun.

Secara ekologis, ekosistem mangrove di KEE Ujungpangkah memegang peranan vital sebagai pelindung alami dari abrasi, peredam intrusi air laut, penyerap karbon yang efektif, serta habitat berkembang biaknya flora dan fauna pesisir. Keberadaan mangrove yang sehat secara langsung menopang perekonomian warga yang menggantungkan hidup pada sumber daya laut.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa kunci utama dari pelestarian lingkungan adalah kolaborasi dan konsistensi.

“Penanaman mangrove ini bukan sekadar menambah jumlah pohon, tetapi bagian dari ikhtiar bersama menjaga ekosistem pesisir demi generasi mendatang. Kami mengapresiasi kolaborasi pemerintah desa, kelompok nelayan, dan seluruh pihak. Karena itu, selain menanam, kami memastikan mangrove yang ada terus dimonitor dan dirawat,” tegas Ahad.

Aksi lingkungan ini sekaligus menegaskan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan 14 (Ekosistem Laut).[rea]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.