Gus Ufik Harap Duet Gus Kikin-Kiai Miftah Perkuat Khidmah Kesehatan serta Kemandirian NU

0

Ringkasan Berita:

  • Gus Ufik menyampaikan ucapan selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftah atas terpilihnya sebagai pimpinan PBNU periode 2026–2031 serta berharap kepemimpinan baru memperkuat khidmah NU.
  • Penguatan sektor kesehatan, rumah sakit NU, dan kemandirian ekonomi menjadi agenda strategis yang diharapkan berkembang di bawah kepemimpinan PBNU mendatang.
  • Model ekosistem kesehatan NU Jawa Timur melalui PT Bulan Cahaya Lillah (BCL) dinilai berpotensi menjadi contoh pengembangan jaringan kesehatan NU secara nasional.

Jombang (beritajatim.com) – Koordinator Bidang Kesehatan Panitia Muktamar ke-35 sekaligus Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) periode 2021–2026, Dr. dr. H. M. Zulfikar As’ad, MMR atau yang akrab disapa Gus Ufik, menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Gus Kikin dan Kiai Miftah sebagai Ketua Umum Tanfidziyah dan Rais Aam PBNU periode 2026–2031.

Gus Ufik berharap kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dapat membawa organisasi semakin kuat dalam menjalankan khidmah kepada umat, terutama melalui penguatan bidang kesehatan, pengembangan rumah sakit NU, serta peningkatan kemandirian ekonomi organisasi.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan selamat kepada Gus Kikin atas terpilihnya sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU periode 2026–2031. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta dapat melaksanakan amanah dengan baik sebagaimana diharapkan oleh umat dan bangsa Indonesia,” ujar Gus Ufik, Senin (31/8/2026).

Gus Ufik menyebut dirinya mengenal baik Gus Kikin dan selama ini kerap berinteraksi dalam berbagai agenda organisasi, khususnya yang berkaitan dengan program kesehatan serta pengembangan rumah sakit NU di Jawa Timur.

Menurutnya, Gus Kikin merupakan sosok ulama yang memiliki pengalaman di bidang organisasi dan dunia usaha. Hal tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendorong upaya membangun kemandirian organisasi melalui berbagai sektor strategis.

Salah satu bentuk implementasi semangat kemandirian tersebut adalah hadirnya PT Bulan Cahaya Lillah (BCL), sebuah entitas yang dikembangkan atas restu dan dorongan Gus Kikin saat memimpin Tanfidziyah PWNU Jawa Timur.

Gus Ufik menilai BCL dapat menjadi salah satu model penguatan ekosistem rumah sakit milik jam’iyah, jamaah NU, dan Muslimat yang tergabung dalam jaringan Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU).

Melalui konsep tersebut, BCL diarahkan sebagai holding yang mendukung berbagai kebutuhan rumah sakit, mulai dari pembelanjaan obat, reagen, bahan medis habis pakai, alat kesehatan, hingga pengembangan manajemen rumah sakit.

“Alhamdulillah sudah berjalan dua tahun dan hasilnya sudah dapat dirasakan oleh seluruh rumah sakit ARSINU Jawa Timur serta PWNU Jawa Timur sebagai pemegang sahamnya,” ungkap Gus Ufik.

Dalam pengelolaannya, PT BCL dipercayakan kepada Dr. Ahmad Latifi, M.Kes. sebagai Direktur. Sementara arah pengembangan perusahaan turut mendapat pendampingan dari Prof. Muhammad Nuh sebagai Komisaris Utama.

Gus Ufik menilai pengalaman membangun ekosistem kesehatan NU di Jawa Timur tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan dalam skala yang lebih luas. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya relevan untuk tingkat regional, tetapi juga dapat menjadi model penguatan jaringan kesehatan dan rumah sakit NU secara nasional.

Pelayanan kesehatan, lanjut Gus Ufik, merupakan salah satu bentuk nyata khidmah NU yang berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penguatan layanan kesehatan diharapkan menjadi salah satu agenda strategis dalam kepemimpinan PBNU periode mendatang.

Sementara terkait Kiai Miftah, Gus Ufik berharap berbagai program positif yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan sehingga NU mampu menjadi rumah besar bagi umat dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

“Untuk Kyai Miftah, tentunya kami sangat berharap agar program yang baik selama ini dapat lebih ditingkatkan dan betul-betul menjadikan NU sebagai rumah besar untuk ummat, selalu menjadi pengayom untuk seluruh warga Indonesia serta senantiasa memberikan manfaat bagi semua,” katanya.

Gus Ufik juga menegaskan pentingnya menjadikan sektor kesehatan sebagai salah satu perhatian utama dalam perjalanan NU ke depan.

“Sebagai praktisi kesehatan, kami betul-betul berharap dengan nakhoda Kiai Miftahul Akhyar dan Gus Kikin, NU ke depan menjadikan khidmah kesehatan, yang sejatinya sangat dibutuhkan umat dan masyarakat, sebagai salah satu “consern” utama. Karena hal ini pasti menjadi harapan bagi seluruh warga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Gus Ufik.

Ia optimistis sinergi antara jam’iyah, tenaga kesehatan melalui berbagai perhimpunan profesi seperti Dokter NU dan Perawat NU, jaringan rumah sakit NU dan Muslimat (ARSINU), dunia usaha, serta para profesional dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun ekosistem kesehatan NU yang profesional, mandiri, modern, dan berkelanjutan.

Menurut Gus Ufik, pengembangan tersebut tetap harus berpegang pada semangat utama NU, yakni pengabdian kepada umat dan bangsa Indonesia. [suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.