Pelukan di Balik Jeruji, Cara Keluarga Menguatkan Tahanan Polres Gresik

0

Gresik (beritajatim.com)- Ruang tahanan Polres Gresik mendadak terasa berbeda. Bukan hanya tentang pintu besi dan proses hukum, tetapi juga pertemuan singkat yang mempertemukan mereka yang sedang menjalani perkara dengan orang-orang yang paling dirindukan.

Di balik ruang tahanan, dua tahanan berinisial ES, warga Krembangan, Kecamatan Kebomas, dan HS, warga Desa Bungah, Kecamatan Bungah, mendapat kesempatan bertemu keluarganya. ES sedang menjalani proses hukum dalam perkara penggelapan, sedangkan HS tersangkut kasus uang palsu.

Keduanya terlihat larut dalam suasana haru ketika istri dan anak datang menjenguk. Tatapan yang semula tertahan akhirnya pecah dalam pelukan. Tak banyak kata yang terucap. Kehadiran keluarga seolah sudah cukup untuk menyampaikan rasa rindu yang selama ini hanya bisa dipendam.

Bagi seorang ayah dan suami yang tengah berhadapan dengan persoalan hukum, pertemuan semacam itu memiliki arti tersendiri. Beberapa saat berada dekat dengan keluarga menjadi ruang untuk saling menguatkan sebelum kembali menghadapi proses yang harus dijalani.

Para istri yang datang juga tak sekadar menjenguk. Mereka memberikan semangat agar suaminya tetap tenang dan tabah. Dukungan tersebut menjadi bekal moral supaya proses hukum dapat dilalui tanpa kehilangan harapan untuk memperbaiki diri.

Petugas tetap menjalankan pengawasan selama pertemuan berlangsung. Namun, sisi kemanusiaan tetap mendapat ruang. Kesempatan berinteraksi dengan keluarga diberikan dengan tetap mempertimbangkan aturan serta prosedur keamanan yang berlaku.

Di Polres Gresik, kunjungan tahanan dibuka setiap Selasa dan Kamis, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Jadwal tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk melihat langsung kondisi anggota keluarganya yang sedang menjalani proses hukum.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, penegakan hukum tidak semestinya membuat nilai-nilai kemanusiaan ikut ditinggalkan.

“Ini demi kemanusiaan. Meski mereka sedang menjalani proses hukum atas perbuatannya, hak-hak dasar dan sisi humanis sebagai seorang ayah serta suami tetap harus kita hargai,” katanya, Selasa (1/9/2026).

Menurut dia, pendekatan humanis bukan berarti memberikan keistimewaan kepada tahanan atau mengabaikan proses hukum. Setiap perkara tetap berjalan sesuai ketentuan.

Namun, kata Ramadhan, polisi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap dilandasi empati, termasuk kepada orang-orang yang saat ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pertemuan itu akhirnya berlangsung singkat. Setelah waktu kunjungan selesai, keluarga harus kembali pulang dan tahanan kembali menjalani proses hukum. [dny/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.