Tangani Kekeringan Ekstrem, Gubernur Jatim Khofifah Gelontor Air Bersih ke Blitar

0

Blitar (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih (dropping) bagi masyarakat terdampak kekeringan ekstrem di wilayah Kabupaten Blitar.

Langkah ini menjadi bagian dari percepatan penanganan krisis air bersih yang melanda puluhan daerah di Jawa Timur termasuk Kabupaten Blitar akibat musim kemarau panjang.

Gubernur Khofifah mengungkapkan, hingga saat ini telah tercatat 24 kabupaten/kota di Jawa Timur yang resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat Bencana Kekeringan.

“Hari ini yang kita lakukan adalah bagian dari upaya penguatan dan substitusi supply air bersih untuk menyokong langkah yang sudah dilakukan Pak Bupati Blitar dan kepala daerah lainnya. Kekeringan ekstrem dan panjang ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar air bersih masyarakat,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi dropping air bersih di Blitar pada Sabtu (5/9/2026).

Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim terus memperluas jangkauan distribusi air bersih ke titik-titik krisis. Selain penanganan darurat jalur darat, Pemprov Jatim juga menyiapkan skema teknis serta upaya spiritual untuk memancing hadirnya hujan.

Secara spiritual, Khofifah mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk menggelar Salat Istisqa secara berjamaah. Sementara dari sisi teknis ilmiah, Pemprov Jatim telah berkoordinasi untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Jika pada musim hujan OMC dilakukan untuk memecah atau mengarahkan awan ke laut, kali ini sebaliknya. Berdasarkan deteksi meteorologi, ada potensi pergerakan awan potensial. Begitu awan terdeteksi masuk wilayah daratan Jatim, kita siapkan OMC agar awan tersebut bisa optimal diturunkan menjadi hujan,” terangnya.

Selain penanganan krisis air bersih, Pemprov Jatim bersama BPBD juga bekerja ekstra keras menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang marak terjadi di pegunungan Jawa Timur akibat dampak kemarau ekstrem.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, yang mendampingi Gubernur menyampaikan bahwa operasi pemadaman udara (water bombing) terus dimaksimalkan di beberapa titik rawan, seperti kawasan Gunung Butak, Gunung Semeru, Gunung Arjuno, hingga Gunung Ijen.

“Untuk hari ini fokus water bombing kita alihkan ke Gunung Butak karena cuaca dan angin kencang di Semeru cukup berisiko bagi penerbangan heli. Di Semeru sendiri luasan lahan terbakar sudah mencapai sekitar 1.888 hektare,” beber Gatot.

Gatot menambahkan, helikopter water bombing bantuan BNPB juga disiagakan untuk merespons permintaan pemadaman di Gunung Ijen atas usulan Bupati Banyuwangi, Bupati Bondowoso, dan Kementerian LHK. Meski demikian, faktor keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

“Tantangan utama pemadaman udara adalah angin kencang, jarak pandang pilot yang terbatas akibat kabut awan, serta topografi tebing pegunungan yang sangat curam. Karena itu, pemadaman udara ini terus kita kombinasikan dengan tim pemadaman darat yang melibatkan unsur gabungan TNI, Polri, OPD teknis, dan relawan,” pungkas Gatot. (owi/ted)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.