Graha PERADI Jalan Menanggal Surabaya Diresmikan

0

Surabaya (beritajatim.com)  – DPC PERADI Surabaya di bawah pimpinan Hariyanto, S.H., M.Hum., kini memiliki gedung kantor baru, “Graha DPC PERADI Surabaya”, yang diresmikan pada Sabtu, (5/9/2026).

Berlokasi di Jalan Menanggal Timur Nomor 40, Surabaya, gedung ini menjadi tonggak baru bagi organisasi dalam memperkuat kelembagaan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada para advokat dan masyarakat luas.

Pembangunan yang telah memasuki tahap topping off pada Januari 2026 ini kini resmi berdiri sebagai rumah bersama para penegak hukum di Kota Surabaya.

Namun, bagi salah satu Dewan Penasihat DPC PERADI Surabaya, Dr. George Handiwiyanto, S.H., M.H., keberadaan gedung megah ini bukan sekadar simbol kebanggaan organisasi. Lebih dari itu, ia menekankan bahwa bangunan tersebut harus menjadi pusat penguatan profesi advokat sekaligus ruang nyata bagi masyarakat untuk meraih keadilan.

“Selamat atas peresmian Graha Peradi Surabaya. Gedung ini jangan hanya dipandang sebagai simbol bahwa PERADI Surabaya sudah memiliki kantor sendiri yang megah. Lebih dari itu, gedung ini harus menjadi rumah bersama bagi para advokat untuk meningkatkan profesionalisme, menjaga marwah profesi, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap penegakan hukum dan akses keadilan bagi masyarakat,” ujar George yang didapuk menjadi Dewan Penasihat DPC Peradi Surabaya.

Advokat Tak Boleh Berhenti Belajar di Tengah Perubahan Cepat
George mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak semakin sederhana. Perubahan regulasi, perkembangan teknologi digital, penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), perlindungan data, hingga dinamika hukum acara pidana yang baru saja disahkan menuntut advokat untuk terus bergerak dan beradaptasi.

“Advokat tidak boleh berhenti belajar. Perubahan hukum berlangsung sangat cepat, sementara persoalan yang dihadapi masyarakat semakin kompleks. Karena itu, advokat harus mampu mengikuti perkembangan hukum, teknologi, dan kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan kode etik serta prinsip-prinsip keadilan,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa teknologi dan AI kini sudah menjadi bagian dari praktik hukum — PERADI sendiri pada Agustus 2026 telah menerbitkan pedoman etika AI bagi advokat. Namun, ia mengingatkan agar manusia tidak menyerahkan sepenuhnya urusan keadilan pada mesin.

“Orang mencuri misalnya, secara undang-undang memang salah. Tapi kalau mencuri karena untuk bertahan hidup, beli susu untuk anaknya dan lainnya, maka robot atau AI ini tidak bisa serta merta dipakai karena tidak punya hati dan rasa seperti manusia,” kata George, menegaskan bahwa empati dan kemanusiaan tetap menjadi inti penegakan hukum.

Pusat Edukasi Hukum dan Rumah Keadilan

Ke depan, George berharap gedung baru ini tidak hanya menjadi tempat kegiatan administratif, tetapi berkembang menjadi pusat pendidikan, diskusi, dan pengabdian hukum. Hal ini sejalan dengan berbagai program DPC PERADI Surabaya yang aktif menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), seminar hukum, hingga kerja sama dengan perguruan tinggi.

“Kami berharap gedung ini nantinya hidup dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat. Ada pendidikan, seminar, diskusi hukum, peningkatan kapasitas advokat, bantuan hukum, dan kegiatan yang mendekatkan profesi advokat dengan masyarakat,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa yang paling berharga bukanlah bangunannya, melainkan kualitas orang-orang yang bekerja di dalamnya. “Yang paling penting bukan gedungnya, tetapi apa yang dilakukan dari gedung ini. Kalau gedung ini mampu melahirkan advokat yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada keadilan, maka pembangunan ini benar-benar memiliki makna bagi masyarakat dan dunia hukum.”

Identitas yang Jelas di Tengah Kebingungan Nama

Terakhir, George berharap keberadaan gedung yang lokasinya mudah dijangkau ini juga membantu masyarakat mengenali PERADI yang asli, di tengah maraknya nama-nama serupa yang membingungkan publik.

“Gedung lebih bagus dan lokasinya mudah dijangkau masyarakat, jangan segan-segan untuk masuk dan mencari informasi hukum di Graha Peradi ini. Sekarang banyak nama Peradi dengan embel-embel di belakang yang tidak disebutkan dengan jelas. Jadi masyarakat bisa tahu inilah Peradi yang pertama ada di Indonesia, bukan yang lain,” tandasnya.

Peresmian Graha DPC PERADI Surabaya ini diharapkan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum baru bagi seluruh anggota untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas diri, dan memperluas kontribusi dalam mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan. [uci/ted]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.