Bocah 9 Tahun Meninggal Tenggelam di Kolam Dewasa Taman Wisata Tawun Ngawi
Ringkasan Berita:
- Bocah berinisial R (9), warga Desa Tempuran, Ngawi, meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang dewasa Taman Wisata Tawun.
- Korban diduga berpindah dari kolam anak-anak ke kolam dewasa saat sang ibu membeli makanan di sekitar lokasi.
- Polisi masih melakukan pendalaman dan meminta keterangan pengelola wisata terkait pengawasan serta keamanan area kolam renang.
Ngawi (beritajatim.com) – Bocah berinisial R (9), asal Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di Taman Wisata Tawun, Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Minggu (6/9/2026) pagi.
Korban diduga masuk ke kolam renang dewasa dengan kedalaman sekitar 1,5 meter ketika sang ibu sedang membeli makanan tidak jauh dari lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, R datang ke Taman Wisata Tawun bersama ibunya, Sukati (45), dan seorang tetangga menggunakan kereta mini. Setelah tiba di lokasi wisata, korban kemudian berenang di kolam khusus anak-anak.
Namun, situasi berubah ketika Sukati meninggalkan korban untuk membeli makanan. Korban diduga berpindah dari kolam anak-anak menuju kolam renang dewasa. Tidak lama kemudian, korban ditemukan dalam kondisi tenggelam.
Warga bersama petugas langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Kasreman untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan. Petugas memastikan korban telah meninggal dunia saat tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Tangis keluarga pecah di Puskesmas Kasreman setelah korban dievakuasi dari lokasi kejadian. Sukati hanya bisa menangis melihat anak keduanya dari dua bersaudara itu sudah tidak bernyawa.
Ayah korban, Katimun (50), juga tiba di Puskesmas Kasreman. Ia tampak tidak kuasa menahan kesedihan saat memberikan ciuman terakhir kepada putranya yang meninggal ketika sedang berwisata bersama sang ibu.
Kepala Subsektor Kasreman, Iptu Taufik Kasana, mengatakan polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai bocah yang tenggelam tersebut.
“Melaporkan telah terjadi anak tenggelam di kolam renang akibat tidak bisa berenang kita datang lokasi kita evakuasi korban ke puskesmas sudah meninggal dunia saat kejadian ditinggal ibunya beli jajan kedalaman 1,5 meter,” kata Taufik.
Sementara itu, Nur Kholida, tetangga korban yang ikut dalam perjalanan wisata tersebut, mengatakan korban sebelumnya berenang ketika ibunya pergi membeli makanan. Menurut dia, korban tidak memiliki riwayat penyakit epilepsi dan dalam kondisi sehat.
“Kan berenang ditinggal ibunya beli pop mie. Anak ini ditemukan sudah tewas tenggelam. Tidak mempunyai riwayat epilepsi sehat murni karena tenggelam,” ujar Nur Kholida.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban di Puskesmas Kasreman. Berdasarkan hasil pemeriksaan atau visum, korban dinyatakan meninggal dunia murni akibat tenggelam.
Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di area kolam renang, terutama ketika terdapat perbedaan kedalaman kolam yang tidak sesuai dengan kemampuan berenang anak. Perpindahan anak dari kolam khusus anak menuju kolam dewasa dapat meningkatkan risiko kecelakaan apabila tidak terpantau secara langsung.
Selain memeriksa korban dan lokasi kejadian, kepolisian juga akan meminta keterangan dari pengelola Taman Wisata Tawun. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui rangkaian kejadian secara lebih lengkap sekaligus memastikan kondisi pengawasan dan sistem keamanan di area kolam renang saat insiden berlangsung.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut. Keterangan dari pengelola wisata dan hasil pemeriksaan di lokasi diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penyebab korban bisa masuk ke kolam dewasa hingga akhirnya tenggelam. [fiq/suf]
Link informasi : Sumber