Bocah SD Meninggal Tertimpa Tembok Saat Bermain Petak Umpet di Bungkal Ponorogo

0

Ponorogo (beritajatim.com) – Seorang bocah sekolah dasar (SD) meninggal dunia, setelah tertimpa tembok pagar kamar mandi yang roboh di Dusun Beluk, Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.

Peristiwa tragis itu terjadi saat korban bersama teman-temannya bermain petak umpet. Tembok pagar kamar mandi yang sudah tidak digunakan tersebut tiba-tiba roboh dan menimpa korban. Bocah berinisial ER itu, mengalami luka pada bagian belakang kepala dan sempat dilarikan ke puskesmas.

Nuryanto, tetangga korban, mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui, setelah cucunya mendapat informasi dari teman-teman ER. Anak-anak yang bermain bersama korban, kemudian mengantarkan kabar tersebut kepada keluarganya.

Saat kejadian, ER diketahui sedang bermain petak umpet bersama beberapa temannya. Total ada 4 anak yang bermain di sekitar lokasi. “Korban bermain petak umpet,” kata Nuryanto, Minggu (6/9/2026).

Menurut Nuryanto, bangunan yang menimpa korban, merupakan pagar dari kamar mandi milik seorang warga bernama Bu Sini. Kamar mandi tersebut, diketahui sudah lama tidak digunakan. “Tertimpa tembok pagar kamar mandi,” ungkap Nuryanto saat menjelaskan bangunan yang roboh dan menimpa korban.

Akibat tertimpa tembok, korban mengalami luka di bagian kepala. Saat diketahui warga, kondisi ER diduga sudah tidak sadarkan diri. Korban kemudian segera dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis. “Lukanya di kepala, ya kepala belakang. Saat ditemukan sepertinya sudah tidak sadar,” kata Nuryanto.

Korban kemudian dibawa ke puskesmas terdekat. Namun, nyawa bocah tersebut tidak dapat diselamatkan. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini pun membuat keluarga dan warga sekitar Dusun Beluk diliputi duka. “Terus dibawa ke Puskesmas, di sana korban sudah tidak ada,” kata Nuryanto.

Nuryanto mengatakan bangunan kamar mandi tersebut sudah tidak dipakai. Kondisi tembok pagar juga disebut telah lapuk sebelum kejadian.

Saat peristiwa berlangsung, tidak ada angin kencang maupun faktor cuaca lain yang diduga memicu robohnya bangunan tersebut. Tembok itu disebut tiba-tiba ambruk ketika anak-anak berada di sekitar lokasi. “Sudah lapuk, iya. Tidak ada angin, tiba-tiba roboh,” pungkasnya. [end/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.