Konferda GMNI Jatim Tetapkan Kelvin Arisudin Jadi Ketua dan Michael Purnomo Sekretaris

0

 

Nganjuk (beritajatim.com) — Konferensi Daerah (Konferda) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur di Nganjuk menetapkan Kelvin Arisudin dari DPC GMNI Jombang sebagai Ketua DPD GMNI Jawa Timur dan Michael Purnomo dari DPC GMNI Malang Raya sebagai sekretaris periode mendatang. Penetapan tersebut dilakukan setelah seluruh agenda persidangan, termasuk Pleno 4, berhasil diselesaikan pada Senin (7/9/2026).

Ketua Pelaksana Konferda GMNI Jatim Dinas Iriandana mengatakan forum tersebut merupakan agenda konsolidasi sekaligus transisi kepemimpinan organisasi di tingkat Jawa Timur. Persidangan Pleno 4 yang membahas pemilihan ketua dan sekretaris sempat tertunda setelah forum tidak kondusif.

Forum juga sempat diwarnai bentrok fisik antaroknum kader hingga terjadi aksi pendobrakan kamar dan pemukulan. Selain persoalan tersebut, protes administrasi delegasi turut mencuat dalam persidangan, termasuk keberatan DPC GMNI Malang Raya terkait dokumen rekomendasi yang disebut masih menggunakan tanda tangan mantan sekretaris.

Setelah situasi diredakan, persidangan kembali dilanjutkan dengan agenda verifikasi berkas dukungan calon pimpinan. Pasangan Kelvin Arisudin dan Michael Purnomo tercatat memperoleh dukungan tertulis dari 24 DPC GMNI.

Ketua DPD GMNI Jawa Timur terpilih Kelvin Arisudin mengatakan kepemimpinannya akan diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus gerakan yang berangkat dari ideologi Marhaenisme. Persatuan internal menjadi salah satu fondasi yang dia tekankan untuk membangun gerakan GMNI di Jawa Timur.

“Sesungguhnya GMNI adalah organisasi gerakan yang berbasiskan ideologi Marhaenisme. Ke depannya, kepengurusan DPD GMNI Jawa Timur dapat membangun konsolidasi dan gerakan yang progresif revolusioner dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan gerakan yang seutuh-utuhnya,” ujar Kelvin, Rabu (9/9/2026).

Kelvin juga berharap insiden bentrok fisik yang terjadi selama Konferda menjadi bahan evaluasi bersama. Menurutnya, dinamika organisasi seharusnya diselesaikan melalui dialektika yang substantif.

Dia mendorong seluruh kader mengedepankan penyelesaian persoalan secara konstruktif agar GMNI tetap mampu menjalankan perannya sebagai organisasi mahasiswa. Perbedaan pandangan, kata dia, harus menjadi bagian dari proses penguatan organisasi, bukan memicu kekerasan.

“Apa yang terjadi dalam Konferda ini harus menjadi bahan refleksi bersama. Perbedaan pandangan adalah bagian dari dialektika organisasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu menghilangkan persaudaraan dan semangat perjuangan. Ke depan, mari kita kembalikan setiap perbedaan pada ruang dialog, gagasan, dan perjuangan untuk rakyat,” tegas Kelvin.[asg/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.