Bravo!!! Puluhan Siswa Lulusan Amanatul Ummah Tembus Kuliah di Luar Negeri

0

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 65 lulusan Pesantren Amanatul Ummah diterima kuliah di Mesir, Tunisia, Yordania, dan Maroko. Ke-65 lulusan itu didoakan bisa menjadi mahasiswa sukses dan berprestasi.

Pengasuh Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim membeberkan dari 65 santri tersebut, sebanyak 52 santri diterima kuliah di Mesir lewat jalur prestasi hingga beasiswa.

“Kemudian di Tunisia ada empat, di Yordania ada dua, dan Maroko ada sembilan,” kata Kiai Asep di Surabaya, Jumat (11/9/2026).

Siswa-siswi/santri tersebut telah lulus dari pendidikan di Amanatul Ummah pada Mei 2026 lalu. Mereka kemudian sowan ke Kiai Asep dan meminta restu untuk kuliah di luar negeri.

“Saya berpesan kepada mereka, pertama, mereka harus melaksanakan tujuh hal yang jika seseorang itu dalam proses mencari ilmu melaksanakan tujuh hal ini, insya Allah akan mudah memperoleh ilmunya, kemudian ilmunya bermanfaat,” kata Kiai Asep.

7 hal itu, yakni Al-jiddu wal muwadhamah (bersungguh-sungguh dan ajek/konsisten dalam bersungguh-sungguh). Kemudian Taqlilul ghida’ (makan tidak boleh sampai kenyang).

​”Mudawamatu wudhu (selalu menjaga wudhu). Qira’atul Qur’an nadhran (setiap hari selalu membaca Al-Qur’an, walaupun 15 menit atau 10 menit, tapi ajek dan ditandai biar ada khatamnya). Tarkul ma’ashi (tidak boleh bermaksiat). ​Harus salat malam, makannya masak sendiri, tidak usah jajan di luar,” bebernya.

Foto BeritaJatim.com
Santri minta didoakan Kiai Asep sebelum berangkat ke Universita Al Azhar Cairo Mesir.

“Kemudian saya memesankan agar menjalin silaturrahim sesama teman, tetapi di sana gunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Gunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris,” terangnya.

“Kemudian ingat tentang Ahdafu Mutakharijin Amanatul Ummah (tujuan penuntutan/lulusan Amanatul Ummah), yaitu Agar menjadi ulama-ulama besar, ilmuwan-ilmuwan besar yang akan bisa menerangi dunia, dan utamanya Indonesia.
​Untuk menjadi para pemimpin bangsa dan negara Indonesia yang bertekad untuk menegakkan keadilan dan mewujudkan kesejahteraan,” lanjutnya.

“Agar menjadi para konglomerat besar yang akan memberikan kontribusi maksimalnya terhadap terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan, memberikan kepedulian kepada para fuqara (fakir miskin) yang keberdayaannya untuk bisa mewujudkan kesejahteraan butuh bantuannya para aghniya (orang kaya),” tambahnya.

​”Agar mereka menjadi para profesional yang berkualitas dan bertanggung jawab di bidangnya masing-masing. Itu tentu mereka lebih kepada untuk menjadi ilmuwan-ilmuwan besar dan ulama-ulama besar. Insya Allah dengan cita-cita yang tinggi itu akan bisa diwujudkan apa yang dicita-citakannya, dan mereka akan disenangi oleh Allah: Innallaha yuhibbu ma’aliyal umuri wa yakrahu safsahaha» (Sesungguhnya Allah menyukai hal-hal yang luhur/tinggi dan membenci hal-hal yang remeh),” ujarnya.

“Sesungguhnya Allah mencintai mereka yang luhur urusan-urusannya dan tinggi cita-citanya. Kita doakan mudah-mudahan mereka selamat dalam perjalanan, dimudahkan segala urusannya saat berada di luar negeri, dan terwujud apa yang dicita-citakannya,” pungkasnya. (tok/but)

 


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.