Momen Prabowo Pekik “Free Palestine” dan Dikalungi Sorban oleh Dubes Palestina di Gontor
Ponorogo (beritajatim.com) – Presiden Prabowo Subianto menyerukan “Free Palestine” saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo.
Seruan tersebut disampaikan Prabowo ketika menyapa sejumlah duta besar negara sahabat yang hadir dalam acara puncak satu abad Gontor. Salah satu diplomat yang disapa Presiden adalah Duta Besar Palestina. Momen itu kemudian berlangsung hangat ketika Dubes Palestina mengalungkan sorban khas Palestina kepada Prabowo di sela-sela sambutannya.
Prabowo beberapa kali meneriakkan “Free Palestine” dalam kesempatan tersebut. Seruan itu disampaikan di hadapan ribuan santri, alumni, pimpinan pondok, serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri. Kehadiran Dubes Palestina sendiri menjadi bagian dari undangan Gontor kepada para diplomat negara sahabat. Sebelumnya, panitia menyebut 15 duta besar telah mengonfirmasi kehadiran dalam puncak peringatan 100 tahun Gontor, termasuk dari Palestina.
Dalam sambutannya, Prabowo juga mengajak generasi penerus untuk belajar dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Menurut dia, bangsa Indonesia harus berani melihat kelemahan dan kekurangan diri sendiri. Sikap tersebut diperlukan agar pengalaman masa lalu tidak kembali terulang. Prabowo menyebut bangsa Indonesia pernah berada dalam kondisi berada di bawah kekuasaan bangsa lain dalam waktu yang cukup lama.
“Kita pernah dijajah bangsa lain, itu kenyataannya. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, Pendahulu-pendahulu kita berjuang, mereka melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo mengatakan pengalaman tersebut merupakan bagian sejarah yang pahit. Namun, menurut presiden, bangsa Indonesia harus berani mengakuinya secara jujur. Dari pengalaman tersebut, masyarakat dinilai perlu mengambil pelajaran untuk membangun masa depan. Dia kemudian menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh kembali dijajah oleh bangsa lain.
“Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari itu dan kita perlu tegaskan: Jangan sekali-kali kita akan dijajah kembali oleh siapapun!” tegasnya.
Prabowo juga mengaitkan kekuatan bangsa dengan kemampuan membantu masyarakat yang tertindas. Menurut dia, Indonesia harus memiliki kekuatan agar dapat memberikan bantuan kepada pihak yang membutuhkan. Dia menyebut kekuatan tersebut menjadi salah satu modal untuk membantu saudara-saudara yang mengalami penindasan. Pesan itu disampaikan dalam rangkaian sambutannya di hadapan peserta resepsi kesyukuran 100 Tahun Gontor.
“Kita harus bangun kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang di-tindas oleh bangsa-bangsa lain. Kalau kita tidak punya kekuatan, bagaimana kita bisa bantu?” ungkap Prabowo.
Di tengah sambutannya, Prabowo juga menyampaikan apresiasi karena mendapat kesempatan hadir dalam peringatan 100 tahun Gontor. Dia mengaku tidak selalu memiliki kesempatan untuk datang ke setiap acara yang mengundangnya. Namun, Presiden mengatakan akan berusaha hadir ketika mendapat undangan dari Gontor. Suasana acara kemudian berlangsung lebih cair ketika Prabowo melontarkan sejumlah candaan kepada para tamu undangan dan wartawan.
Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor menjadi puncak rangkaian peringatan satu abad pondok yang berlangsung di Ponorogo. Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, tokoh agama, diplomat, pimpinan pondok, santri, serta alumni. Sebelum menghadiri resepsi, Prabowo juga dijadwalkan meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor. Dalam acara puncak, Prabowo bersama pimpinan Gontor juga turut dalam agenda peluncuran Mushaf Gontor yang ditulis tangan oleh santri dan guru.(end/ted)
Link informasi : Sumber