Dekranasda Bojonegoro Buka Peluang Kolaborasi dengan UB untuk Dongkrak UMKM

0

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro membuka peluang kolaborasi dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk memperkuat pengembangan dan pemberdayaan UMKM.

Peluang kerja sama tersebut mengemuka dalam kegiatan International Community Development Thematic Sustainable Development Goals (SDGs) yang digelar di Ruang Rapat Creative Room Lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro.

Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.

Menurutnya, peluang kerja sama tidak hanya terbuka dengan Timor-Leste, tetapi juga negara lain seperti Malaysia, Brunei dan Thailand. Sejumlah perajin batik Bojonegoro bahkan telah memiliki pengalaman memasarkan produknya ke luar negeri.

“Harapan kami tidak hanya dengan Timor-Leste, tetapi peluang kerja sama ini juga dapat diperluas ke negara-negara lain,” ujar Cantika.

Ia menilai UMKM Bojonegoro perlu terus memperkuat berbagai aspek agar mampu naik kelas. Mulai desain produk, kualitas, kemasan, branding, pemasaran digital, fotografi produk, storytelling hingga kemampuan membaca tren pasar.

“Kami akan menerima dan menyerap ilmu apa pun yang dapat mendukung pengembangan UMKM. Kita memang harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas,” jelasnya.

Cantika menambahkan, Dekranasda Bojonegoro sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk mengembangkan filosofi batik Bojonegoro. Setiap motif diharapkan memiliki keterkaitan dengan identitas lokal daerah.

Pengembangan UMKM juga tidak hanya menyasar produk kain batik. Sejumlah produk turunannya telah dikembangkan menjadi sepatu, tas, aksesori, dekorasi hingga suvenir. “Kami tidak membatasi. Ke depan, produk turunan batik Bojonegoro dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan kebutuhan pasar,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pengabdian Masyarakat International Community Development Thematic SDGs UB, Setyo Tri Wahyudi, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program berbasis kebutuhan masyarakat dan pencapaian SDGs.

“Kami ingin kegiatan ini tidak sekadar berbicara atau berkunjung, tetapi benar-benar menghasilkan kerja sama yang dapat dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Menurut Setyo Tri Wahyudi, pengembangan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, perguruan tinggi maupun mitra dari dalam dan luar negeri.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM Bojonegoro melalui peningkatan kapasitas, inovasi produk, penguatan manajemen, pemasaran digital serta perluasan akses pasar hingga tingkat internasional. (fif/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.