Terakhir Terlihat Bakar Lahan, Kakek 70 Tahun Ditemukan Tewas Terbakar di Ladang Tebu Liprak Wetan Probolinggo
Probolinggo (beritajatim.com) – Api yang semula digunakan untuk membakar lahan tebu justru berujung pada penemuan jasad. J (70), warga Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, ditemukan meninggal dalam kondisi terbakar di ladang tebu Desa Liprak Wetan, Sabtu (19/9/2026).
Peristiwa itu kini menjadi perhatian penyidik. Sebab, beberapa jam sebelum ditemukan tewas, J diketahui masih berada di lokasi dan bersama seorang saksi melakukan pembakaran lahan sekitar pukul 10.00 WIB.
Sekitar pukul 14.30 WIB, situasi berubah drastis. Di area ladang yang telah terbakar, ditemukan tubuh seorang pria dalam kondisi terbakar.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada kepala dusun. Laporan kemudian diteruskan kepada polisi dan petugas Polsek Banyuanyar bergerak menuju lokasi.
Rentang waktu sejak J diketahui berada di ladang hingga tubuhnya ditemukan menjadi bagian penting dalam penyelidikan.
Apa yang terjadi setelah pembakaran lahan dimulai? Kapan terakhir kali J terlihat hidup? Apakah korban masih berada di sekitar titik pembakaran ketika api menyala? Dan bagaimana posisi korban ketika akhirnya ditemukan?
Polisi juga belum menyimpulkan apakah kematian J berkaitan langsung dengan aktivitas pembakaran lahan atau terdapat faktor lain. Karena itu, setiap kemungkinan masih harus diuji melalui pemeriksaan TKP, keterangan saksi, serta pemeriksaan terhadap jenazah.
Kapolsek Banyuanyar AKP Siswandi mengatakan, petugas telah melakukan pemeriksaan awal di lokasi. “Petugas telah mengamankan lokasi dan melakukan pemeriksaan awal di TKP. Saat ini kami masih menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kejadian tersebut. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengambil kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai,” ujar Siswandi.
Garis polisi dipasang di sekitar lokasi penemuan. Tim Identifikasi Polres Probolinggo juga turun melakukan pemeriksaan terhadap TKP.
Dalam penanganan perkara seperti ini, kondisi lokasi menjadi bagian penting untuk merekonstruksi kejadian. Posisi jenazah, kondisi lahan, titik pembakaran, serta keterangan orang-orang yang terakhir melihat korban dapat menjadi petunjuk untuk menyusun kembali rangkaian peristiwa. Namun, hingga kini polisi belum mengungkap hasil pemeriksaan tersebut secara rinci.
Kasus ini masih berada dalam tahap pendalaman. Polisi belum menyatakan adanya tindak pidana dan belum menetapkan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.
Yang sudah diketahui, J berada di ladang untuk melakukan pembakaran lahan sekitar pukul 10.00 WIB. Beberapa jam kemudian, seorang pria ditemukan tewas dalam kondisi terbakar di lokasi yang sama. Kini penyidik harus mengurai rentang waktu tersebut berdasarkan bukti dan keterangan yang ada.
Satu demi satu petunjuk dari ladang tebu Liprak Wetan akan menentukan apakah kematian J merupakan kecelakaan saat pembakaran lahan atau terdapat rangkaian kejadian lain yang masih belum terungkap. (rap/kun)
Link informasi : Sumber