Antisipasi Kebijakan Dadakan, DPRD Bondowoso Tekan Pentingnya ‘Plan B’ dalam Anggaran

0

Ringkasan Berita:

  • Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengingatkan Pemkab untuk lebih sigap menghadapi perubahan kebijakan pusat mendadak, menekankan pentingnya skenario cadangan dalam perencanaan pembangunan daerah.
  • Beberapa kasus konkret, seperti lonjakan kuota haji, proyek jembatan darurat, dan kenaikan harga material, menjadi pelajaran penting bagi Pemkab Bondowoso untuk menyiapkan mitigasi sejak perencanaan.
  • Sinung Sudrajad mendorong penerapan Plan Update dengan opsi A, B, dan C dalam perencanaan pembangunan, agar proyek tetap stabil meski dihadang perubahan kebijakan atau fluktuasi ekonomi.

Bondowoso (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk lebih sigap dalam memitigasi perubahan kebijakan pusat yang sering muncul mendadak di tengah tahun anggaran. Menurutnya, pengalaman dua tahun terakhir harus menjadi evaluasi besar bagi tim anggaran legislatif maupun eksekutif.

Sinung menilai, dinamika aturan yang berubah di tengah jalan sering kali memicu kebingungan jika tidak diantisipasi sejak tahap perencanaan. Oleh karena itu, ia mendorong adanya skenario cadangan dalam setiap penyusunan pembangunan daerah.

Pelajaran dari Kuota Haji dan Infrastruktur

Sinung menyoroti beberapa kasus konkret di mana pemerintah daerah sempat merasa kewalahan akibat kurangnya mitigasi:

– Tambahan Kuota Haji: Lonjakan kuota jemaah haji yang diumumkan mendadak menuntut penyediaan anggaran tambahan secara cepat.

– Jembatan Darurat: Proyek jembatan yang ditujukan untuk akses publik dinilai belum maksimal karena kurangnya antisipasi terhadap kendala teknis di lapangan.

– Kenaikan Harga Material: Melambungnya harga aspal mengakibatkan pengurangan volume proyek jalan. “Misalnya dari target 1 km, menyusut jadi 800 meter karena anggaran sudah terkunci sementara harga material naik,” jelas Sinung.

Pentingnya Skema Plan Update

Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso tersebut menekankan bahwa dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan yang modern, perencanaan tidak boleh kaku. Ia mengusulkan penerapan pola Plan Update yang mencakup berbagai opsi kondisi.

“Dalam perencanaan harus ada opsi A, B, dan C. Opsi A saat kondisi normal, sedangkan opsi lain disiapkan ketika ada perubahan kebijakan maupun aturan dari pusat,” tegasnya.

Evaluasi Dampak pada Rekanan

Selain volume proyek yang berkurang, Sinung juga menyoroti nasib para rekanan atau kontraktor. Kenaikan harga bahan bangunan di tengah kontrak berjalan memberatkan pihak pelaksana proyek.

Saat ini, DPRD tengah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memantau perkembangan harga material bangunan yang diprediksi akan terus berfluktuasi.

Ia berharap, dengan adanya mitigasi yang matang, pembangunan di Bondowoso tetap dapat berjalan stabil meskipun dihantam perubahan kebijakan atau dinamika ekonomi global yang ekstrem. [awi/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.