Bara Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Ampas Tebu PG Gempolkrep Mojokerto

0

Ringkasan Berita:

  • Kebakaran terjadi pada tumpukan ampas tebu di area PG Gempolkrep, Gedeg, Mojokerto, Sabtu (26/9/2026).
  • Sumber api diduga berasal dari bara puntung rokok yang terbawa angin hingga mengenai tumpukan ampas tebu.
  • Area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
  • Lima hingga enam armada pemadam dikerahkan karena angin dan asap putih menyulitkan proses pemadaman.

Mojokerto (beritajatim.com) – Bara dari puntung rokok diduga menjadi pemicu kebakaran tumpukan ampas tebu di area Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (26/9/2026). Bara tersebut diduga terbawa angin hingga mencapai tumpukan ampas tebu dan kemudian memicu api membesar.

Humas PG Gempolkrep Taufan Pamungkas mengatakan, lokasi kebakaran berada di area PMN di sebelah barat pabrik yang masih termasuk dalam emplasemen atau lahan terbuka milik PG Gempolkrep. Dugaan sementara, api berasal dari puntung rokok yang terbawa angin menuju titik tumpukan ampas.

“Masih diduga dari puntung rokok yang terbawa angin sampai di titik ampas, di area PNM yang berada di barat pabrik, karena akumulasi gerakan angin memicu api membesar. Kebakaran menghanguskan tumpukan ampas tebu dengan luas area terdampak diperkirakan sekitar satu hektare,” ungkapny46

Tumpukan ampas tebu yang terbakar berada di lahan terbuka dan bukan merupakan gudang penyimpanan permanen. Ampas tersebut ditempatkan sementara di lokasi karena PG Gempolkrep mengalami surplus produksi ampas tebu pada musim giling 2026.

“Tahun ini, pengelolaan ampas memang agak sedikit menjadi kendala dikarenakan keterbatasan ruang penyimpanan. Hasil surplus produksi ampas pada tahun ini memang sangat besar, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Gudang penyimpanan yang tersedia telah penuh,” katanya.

Keterbatasan ruang penyimpanan membuat ampas tebu hasil penggilingan dilokalisasi sementara di area terbuka. Tumpukan tersebut nantinya akan digunakan pada akhir musim giling untuk kebutuhan afwerken atau finishing.

Besarnya tumpukan ampas tebu membuat penanganan kebakaran membutuhkan pengerahan sejumlah armada pemadam. Sedikitnya lima hingga enam armada terlibat dalam proses pemadaman, termasuk dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Damkar Kota Mojokerto, serta bantuan dari sejumlah perusahaan di sekitar lokasi.

Hingga Sabtu sore, petugas damkar masih melakukan penanganan terhadap tumpukan ampas yang terbakar untuk mencegah api meluas. Asap putih yang muncul dari tumpukan ampas ditambah tiupan angin menjadi kendala petugas dalam melakukan proses pemadaman. [tin/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.