Berikut 5 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Gula, Asupan Harian Tak Boleh Lebih 10 Persen

0

Surabaya (beritajatim.com) – Gula sering kali menjadi bahan yang menambah cita rasa dalam makanan dan minuman, namun konsumsi berlebih dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Dilansir dari akun resmi WHO, asupan gula harian sebaiknya tidak melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi, dengan batas ideal 25 gram (6 sendok teh) per hari untuk orang dewasa.

Sayangnya, berdasarkan data yang diperoleh di Eropa, menunjukkan bahwa konsumsi gula di kalangan orang dewasa mencapai 7-8%, sementara anak-anak bahkan mengonsumsi gula lebih dari 12%.

Dalam konteks ini, gula bebas yang dapat berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi berlebih adalah gula bebas, yaitu monosakarida (glukosa dan fruktosa) serta disakarida (sukrosa atau gula pasir) yang ditambahkan dalam proses pengolahan makanan atau minuman. Gula bebas ini tidak hanya berasal dari sumber alami, tetapi juga yang ditambahkan pada makanan dan minuman olahan yang kita konsumsi setiap hari.

Untuk itu, edukasi tentang batas konsumsi gula sangat penting. Berikut merupakan 6 tanda bahwa tubuh sedang kelebihan konsumsi gula:

1. Selalu Merasa Lapar

Selalu merasa lapar meskipun baru saja makan bisa menjadi salah satu tanda tubuh mengonsumsi gula berlebihan. Ketika kita mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula, tubuh akan mengalami lonjakan kadar gula darah yang cepat, diikuti dengan penurunan yang tajam setelahnya.

Fluktuasi gula darah ini dapat memicu rasa lapar yang berlebihan. Kondisi ini terjadi karena tubuh berusaha menyeimbangkan kadar gula darah dengan melepaskan insulin dalam jumlah besar, yang pada akhirnya membuat tubuh lebih cepat lapar.

Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan dapat mengganggu proses regulasi leptin, hormon yang bertanggung jawab untuk memberi sinyal kenyang ke otak.

2. Peningkatan Berat Badan

Peningkatan berat badan sering kali menjadi tanda bahwa seseorang mengonsumsi gula berlebihan. Ketika tubuh mengonsumsi terlalu banyak gula, kelebihan glukosa yang tidak digunakan sebagai energi akan diubah menjadi lemak dan disimpan dalam tubuh.

Hal ini terjadi karena gula dapat memicu lonjakan insulin, hormon yang mengatur penyimpanan energi.

Tingginya kadar insulin dalam darah dapat menghambat pembakaran lemak, sehingga tubuh lebih cenderung menyimpan kalori dalam bentuk lemak.

3. Lebih Cepat Merasa Lelah

Merasa cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat bisa menjadi salah satu tanda tubuh kelebihan konsumsi gula. Ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula, tubuh akan mengalami lonjakan gula darah yang cepat.

Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan juga dapat memengaruhi proses metabolisme tubuh. Gula yang masuk ke tubuh akan diproses menjadi energi, namun lonjakan kadar gula yang sering terjadi dapat membuat tubuh kesulitan untuk mengelola energi secara efisien.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih cepat merasa lelah dan kekurangan energi meskipun tidak terlalu banyak bergerak.

4. Perubahan Warna Kulit

Ketika kadar gula dalam darah tinggi secara terus-menerus, tubuh akan menghasilkan lebih banyak insulin untuk menyeimbangkan kadar gula tersebut.

Peningkatan insulin ini dapat memengaruhi produksi kolagen, protein yang penting untuk elastisitas kulit. Akibatnya, kulit bisa menjadi lebih kusam, muncul bintik-bintik hitam, atau bahkan terlihat lebih keriput dari biasanya.

Konsumsi gula yang berlebihan juga dapat memperburuk peradangan dalam tubuh, yang berkontribusi pada masalah kulit seperti jerawat atau kemerahan.

5. Kulit Berjerawat

Kulit berjerawat bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengonsumsi gula berlebihan, karena gula dapat memengaruhi produksi hormon insulin dan mengarah pada peningkatan produksi sebum.

Ketika kadar gula darah naik, tubuh akan merespons dengan memproduksi lebih banyak insulin, yang pada gilirannya dapat merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi sebum berlebih.

Sebum yang menumpuk ini, bersama dengan sel kulit mati, dapat menyumbat pori-pori dan menciptakan kondisi yang ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang. [aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.