Besarnya Dedikasi, Jadi Alasan Bima Sakti Tunjuk Dendy Sulistyawan sebagai Kapten Persela
Lamongan (beritajatim.com) – Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, mengungkap alasan di balik keputusannya menunjuk Dendy Sulistyawan sebagai kapten tim untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027.
Menurut Bima, keputusan tersebut telah dilatarbelakangi berbagai pertimbangan, dan sudah didiskusikan degan beberapa pemain senior, termasuk Hendro Siswanto, yang musim lalu menjabat kaoten tim.
“Saya sudah bicara sama Hendro, Mas Dendy, kemudian saya bicara juga beberapa pemain,” kata Bima, Minggu (30/8/2026).
Bima menilai, Dendy sangat pantas mengenakan ban kapten Persela. Pengalaman panjang di level tertinggi sepak bola Tanah Air, akan memberikan dampak besar bagi tim.
“Dia juga sebenarnya banyak peluang untuk main di Liga 1 (Super League). Setelah dari Bhayangkara, sebenarnya banyak tawaran dari tim-tim Liga 1 karena performanya masih masih top. Tapi pilih balik ke Persela, mau balik ke kampung halamannya membela Persela, saya pikir perlu kita apresiasi,” tuturnya.
Bima juga berharap keberadaan Dendy sebagai kapten, mampu menjadi motivasi bagi para pemain muda, khususnya lima pemain asli Lamongan yang masuk dalam skuad Persela musim ini.
“Apalagi pemain regulasi juga ada lima pemain asli Lamongan. Saya pikir ini kesempatan buat mereka. Kapan lagi muncul penerus Boski, Dendi, bahkan Coach Ragil yang menjadi idola atau legend Persela sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Dendy mengaku sempat terkejut ketika dipercaya menjadi kapten Persela. Pasalnya, di dalam skuad masih terdapat pemain senior seperti Hendro Siswanto yang juga memiliki pengalaman panjang di sepak bola profesiona, dan musim lalu menjabat sebagai kapten.
“Sama agak kaget juga ya, karena di sini juga ada senior seperti Mas Hendro. Cuma mungkin ada pertimbangan lain dari pelatih, jadi ya mau enggak mau harus siap,” ujar Dendy.
Meski demikian, Dendy mengaku tidak merasa terbebani dengan tanggung jawab tersebut. Pengalamannya menjadi kapten di klub sebelumnya membuatnya lebih siap menghadapi tekanan.
“Ya untungnya sudah pernah ya, di tim sebelumnya saya juga jadi kapten, jadi enggak terlalu beban. Cuma pressure pasti ada, apalagi saya asli putra Lamongan,” kata Dendy. (fak/ted)
Link informasi : Sumber