Bupati Mojokerto Resmikan Jalan Beton Watesnegoro-Kunjorowesi, Infrastruktur Penghubung Ekonomi Warga Senilai Rp3,6 Miliar

0

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat pembangunan infrastruktur jalan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah.

Salah satunya melalui pelebaran dan pembangunan jalan beton ruas Watesnegoro-Kunjorowesi di Kecamatan Ngoro yang kini resmi dibuka dan dimanfaatkan masyarakat.

Jalan yang menjadi salah satu proyek pembangunan ruas terpanjang yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto pada tahun 2026 ini memiliki panjang 1,2 kilometer dengan lebar 5,5 meter. Pembangunan yang berlangsung sejak Januari hingga Juli 2026 tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp3,6 miliar.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra sebagai rangkaian kegiatan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Turut hadir anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Kepala BPMD Kabupaten Mojokerto, Camat Ngoro, Kepala Desa (Kades) Kunjorowesi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto,bYuni Laili Faizah mengatakan, pembangunan jalan dan jembatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Pembangunan jalan dan jembatan yang hari ini secara simbolis diawali pemotongan pita menandakan bahwa ini secara resmi sudah dibuka atau diresmikan oleh Bupati Mojokerto,” ungkapnya, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto mendapatkan amanah untuk mengerjakan sejumlah pembangunan infrastruktur dengan total anggaran mencapai Rp54,736 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam 28 paket pekerjaan, terdiri dari 21 paket pembangunan jalan dan tujuh paket pembangunan jembatan. Sejumlah paket telah selesai dikerjakan.

“Hingga bulan Agustus ini, dari sejumlah paket pekerjaan yang kami laksanakan, sudah ada enam paket yang selesai 100 persen dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya ruas jalan Watesnegoro-Kunjorowesi. Selain itu, beberapa pembangunan jalan yang telah rampung antara lain ruas Parengan-Lakardowo sepanjang KM, ruas Pekukuhan-Ngoro, ruas Kepuhanyar-Ngimbangan, ruas Puloniti-Sumberkarang, serta ruas Purwojati-Trawas,” jelasnya.

Menurut Yuni, hingga Agustus 2026, total pembangunan infrastruktur yang telah diselesaikan mencapai nilai Rp15,6 miliar. Pihaknya menargetkan seluruh pekerjaan lainnya dapat dipercepat sehingga selesai pada Oktober hingga November 2026. Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, terutama dengan mengawasi kendaraan bermuatan berlebih atau overload yang dapat mempercepat kerusakan jalan.

“Kami menyadari bahwa tugas yang diberikan oleh Bapak Bupati kepada Dinas PUPR cukup banyak. Insyaallah satu demi satu akan kami selesaikan sebagai bentuk kinerja kami terhadap Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kami ucapkan selamat kepada masyarakat penerima manfaat, khususnya ruas jalan Watesnegoro ini. Namun kami berpesan agar dijaga bersama-sama supaya bisa bermanfaat dan berkesinambungan sesuai umur rencana bangunan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian dari visi dan misi Pemkab Mojokerto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ini merupakan bagian daripada visi misi kami. Seperti yang sudah disampaikan Kepala PUPR, ada 21 ruas jalan dan tujuh jembatan yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto,” ujarnya.

Menurut Gus Barra (sapaan akrab, red), pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian masyarakat desa. Dengan kondisi jalan yang semakin baik, aktivitas warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan distribusi kebutuhan ekonomi, dapat berjalan lebih mudah.

“Kami meyakini pembangunan jalan yang kita lakukan ini dapat membantu aktivitas masyarakat, meningkatkan nilai perekonomian di desa, serta memperkuat pembangunan yang ada di desa. Di tengah kondisi kemampuan keuangan daerah yang tidak hanya terjadi di Kabupaten Mojokerto, tetapi juga seluruh Indonesia, kita tetap akan memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Semua akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran,” ujarnya.

Gus Barra menyebut, perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Mojokerto dilakukan secara bertahap karena membutuhkan pembiayaan yang besar. Selain pembangunan jalan, pemerintah daerah juga harus membagi anggaran untuk sektor lain seperti kesehatan, pendidikan, perekonomian, hingga fasilitas publik. Ia berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada pemerintah daerah apabila masih terdapat ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan.

“Jika bisa dilakukan tahun ini, akan kami lakukan tahun ini. Kalau belum bisa, akan kami lakukan pada tahun berikutnya dengan melihat kemampuan anggaran yang ada. Dengan hadirnya jalan beton Watesnegoro-Kunjorowesi, diharapkan konektivitas antar wilayah semakin kuat dan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Semoga jalan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijaga, dan awet untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. [tin/adv]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.