FAI Unisda Perkuat Transformasi Pendidikan Islam Lewat Studium Generale
Lamongan (beritajatim.com) – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan, mendorong transformasi pendidikan Islam agar semakin berperan dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Upaya tersebut diwujudkan melalui Studium Generale Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Manaqib Hall Lantai 3 UNISDA, Selasa (13/10/2026).
Mengusung tema “Transformasi Pendidikan Islam dalam Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan SDM Menuju Indonesia Emas 2045”, forum ini menghadirkan Staf Khusus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Achmad Maulani, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Achmad Maulani menekankan bahwa transformasi pendidikan Islam tidak cukup hanya melalui perubahan metode pembelajaran atau pengembangan lembaga pendidikan.
“Pendidikan harus mampu meningkatkan kapasitas manusia dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat,” kata Maulani.
Maulani menambahkan, perguruan tinggi Islam juga memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kuat dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki kompetensi profesional, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Dengan pendekatan tersebut, pendidikan Islam diharapkan mampu menjadi penghubung antara penguatan nilai-nilai keislaman, peningkatan kualitas SDM, dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dekan FAI Unisda, Sauqi Futaqi, mengatakan Studium Generale menjadi bagian penting untuk memperluas wawasan mahasiswa, sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi Islam dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan nasional.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa tantangan pendidikan Islam saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu agama, tetapi juga kemampuan menghadirkan solusi, mengembangkan inovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Sauqi.
Transformasi pendidikan Islam, lanjutnya, perlu diarahkan pada pembentukan SDM yang berintegritas, kompeten, kreatif, dan peka terhadap persoalan sosial.
“Karena itu, peningkatan kualitas akademik harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan keterampilan agar lulusan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Melalui Studium Generale ini, Sauqi berharap mahasiswa mendapatkan perspektif yang lebih luas mengenai hubungan antara pendidikan Islam, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan SDM.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen FAI Unisda untuk mengembangkan pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan, tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
“Dengan demikian, perguruan tinggi Islam diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (fak/ian)
Link informasi : Sumber