FKIJK Kediri-Madiun Perkuat Literasi Keuangan Lewat Financial Journalist Class Sesi 3

0

Ringkasan Berita

  • FKIJK Kediri-Madiun menggelar Financial Journalist Class Sesi 3 di Tulungagung.
  • Kegiatan membahas digitalisasi perbankan, dana pensiun, perlindungan sosial dan perkembangan industri jasa keuangan.
  • OJK Kediri mencatat aset perbankan Rp122,49 triliun hingga Juli 2026.
  • BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat Rp366,8 miliar kepada pekerja dan ahli waris hingga Agustus 2026.

Tulungagung (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Komisariat Kediri dan Madiun kembali memperkuat sinergi dengan insan pers melalui Financial Journalist Class Sesi 3, pada Senin (28/9/2026).

Mengangkat tema “Ekosistem Keuangan Digital Perbankan dan Dana Pensiun”, kegiatan tersebut membahas perkembangan industri jasa keuangan, transformasi layanan perbankan berbasis digital, perlindungan sosial ketenagakerjaan hingga pentingnya perencanaan keuangan untuk masa pensiun.

Kegiatan diikuti 22 wartawan bidang ekonomi dan keuangan dari wilayah Kediri dan Madiun Raya.

Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan kegiatan tersebut diharapkan memperkuat pemahaman jurnalis terhadap perkembangan sektor jasa keuangan sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin komprehensif.

“Melalui kegiatan ini, insan pers diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perkembangan sektor jasa keuangan, inovasi layanan perbankan digital, serta manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan dan perencanaan masa pensiun,” ujar Ismirani.

Aset Perbankan Kediri Tembus Rp122,49 Triliun

Dalam sesi pertama, OJK Kediri memaparkan perkembangan industri jasa keuangan di wilayah kerjanya berdasarkan posisi Juli 2026.

Total aset perbankan tercatat mencapai Rp122,49 triliun, tumbuh 7,05 persen secara tahunan (YoY). Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp114,93 triliun, meningkat 8,41 persen YoY.

Sementara itu, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp87,87 triliun, tumbuh 1,98 persen YoY.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Perekonomian Rakyat (BPR) tumbuh 10,45 persen YoY. Sedangkan penyaluran kredit Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) tumbuh 6,80 persen YoY.

OJK Kediri juga menyampaikan kinerja edukasi dan pelindungan konsumen. Sepanjang 1 Januari hingga 31 Agustus 2026, OJK Kediri telah melaksanakan 70 kegiatan edukasi dengan total 14.058 peserta.

Pada periode yang sama, OJK menerima 1.704 pengaduan konsumen serta 7.624 permintaan layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Transaksi Digital BCA Tumbuh

Materi berikutnya disampaikan Kepala Urusan Sistem Operasi PT Bank Central Asia Tbk Wilayah VII, Noverdianto Arsyad.

Ia memaparkan perkembangan ekosistem keuangan digital melalui integrasi layanan perbankan untuk nasabah individu maupun pelaku usaha.

Transformasi digital BCA dilakukan melalui berbagai kanal, antara lain layanan myBCA dan BCA mobile, layanan perbankan bisnis, sistem pembayaran digital serta pengembangan layanan digital di kantor cabang.

Volume transaksi yang diproses BCA disebut meningkat 60 persen dalam tiga tahun terakhir. Sementara penggunaan aplikasi myBCA meningkat 53 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan volume transaksi pada semester I 2026 meningkat 45 persen.

BCA juga mengembangkan OCEAN by BCA, platform berbasis website yang menjadi pusat layanan daring untuk kebutuhan transaksi dan solusi bisnis bagi nasabah maupun calon nasabah.

Digitalisasi juga diterapkan di kantor cabang melalui pemanfaatan perangkat seperti Star Teller, CS Digital dan E-Service. Disebutkan, 84 persen transaksi di cabang telah menggunakan aplikasi ebranch, meningkat 26 persen dibandingkan tiga tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Transformasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas operasional sekaligus memberikan layanan yang menyesuaikan kebutuhan nasabah.

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Ratusan Ribu Pekerja

Materi berikutnya membahas jaminan sosial ketenagakerjaan. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kediri, Suriyadi, memaparkan cakupan perlindungan pekerja di wilayah Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

Hingga Agustus 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kediri memberikan perlindungan kepada: 64.917 tenaga kerja di Kota Kediri, 245.654 tenaga kerja di Kabupaten Kediri, dan 167.163 tenaga kerja di Kabupaten Nganjuk.

Pada periode yang sama, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp366,8 miliar kepada 30.071 tenaga kerja dan ahli waris.

Rinciannya meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp25,1 miliar kepada 1.521 tenaga kerja, Jaminan Kematian (JKM) Rp24,7 miliar kepada 603 tenaga kerja, serta Jaminan Hari Tua (JHT) Rp307,4 miliar kepada 26.070 tenaga kerja.

Selain itu, pembayaran Jaminan Pensiun mencapai Rp7,7 miliar kepada 913 tenaga kerja dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan Rp1,5 miliar kepada 208 tenaga kerja.

BPJS Ketenagakerjaan juga menyalurkan beasiswa Rp7,5 miliar kepada 1.487 anak pekerja.

Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dalam mendorong Universal Coverage Jamsostek (UCJ), sehingga semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial.

Perlindungan tersebut diharapkan memberikan rasa aman bagi pekerja sekaligus mendukung iklim usaha yang produktif. Karena itu, keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, pekerja dan pemangku kepentingan lainnya dibutuhkan untuk memperluas cakupan kepesertaan.

Pers Memperkuat Literasi Keuangan Masyarakat

Financial Journalist Class Sesi 3 kemudian ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Para peserta mendapat kesempatan menggali lebih jauh perkembangan industri jasa keuangan, perlindungan sosial ketenagakerjaan serta pemanfaatan layanan keuangan digital.

Melalui kegiatan tersebut, FKIJK Komisariat Kediri dan Madiun berharap komunikasi antara industri jasa keuangan dan insan pers semakin kuat.

Sinergi tersebut diarahkan agar informasi mengenai produk, layanan, perkembangan industri, perlindungan konsumen dan program jaminan sosial dapat disampaikan secara edukatif, akurat dan mudah dipahami masyarakat.

Pada akhirnya, penguatan kapasitas jurnalis di sektor keuangan diharapkan ikut mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Kediri dan Madiun Raya. [nm/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.