Hadiri Muktamar ke-35 NU? Ini 5 Rekomendasi Kuliner Legendaris Jombang yang Wajib Dicoba
Surabaya (beritajatim.com) – Kehadiran para muktamirin dan rombongan (romli) di Jombang dalam rangka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tidak lengkap tanpa mencicipi kuliner khas daerah setempat. Selain dikenal sebagai Kota Santri, Jombang juga memiliki beragam makanan legendaris yang telah bertahan lintas generasi.
Di sela agenda Muktamar ke-35 NU, wisata kuliner dapat menjadi pilihan untuk melepas penat sekaligus mengenal lebih dekat cita rasa khas Jombang. Mulai dari rawon, nasi kikil, sate, sego lodeh, hingga kudapan berbahan ketan, masing-masing menawarkan karakter rasa dan cerita tersendiri.
Berikut lima rekomendasi kuliner legendaris Jombang yang bisa masuk dalam daftar muktamirin dan romli selama berada di Kota Santri.
1. Rawon Rosobo
Bagi pencinta makanan berkuah dengan cita rasa gurih dan kaya rempah, Rawon Rosobo dapat menjadi salah satu pilihan. Kuliner ini dikenal telah berjualan sejak 1984 dan menjadi salah satu tempat makan yang cukup dikenal di kawasan Mojoagung.
Menu andalannya berupa rawon dengan kuah hitam pekat serta potongan daging sapi. Sajian tersebut biasanya semakin lengkap dengan tauge, sambal, dan berbagai pilihan lauk pendamping. Untuk lokasinya ada di Jalan Raya Mojoagung No. 191, Jombang.
2. Sego Lodeh Mbok Semah
Tidak semua kuliner legendaris harus hadir dengan sajian yang rumit. Sego Lodeh Mbok Semah justru menawarkan kesederhanaan yang menjadi daya tariknya.
Warung yang dikenal sejak 1988 ini menyajikan nasi dengan sayur lodeh bercita rasa gurih dan sedikit manis. Beragam lauk pendamping juga tersedia sehingga pengunjung dapat menyesuaikan pilihan sesuai selera.
Kuliner ini cocok untuk muktamirin yang ingin makan santai bersama rombongan dengan menu khas rumahan.
Untuk lokasinya ada di Dukuhklopo, Peterongan, Jombang.
3. Sate H. Faqih
Bagi rombongan yang melintas di kawasan Cukir, Diwek, Sate H. Faqih bisa menjadi salah satu pilihan kuliner yang patut dicoba.
Sajian sate menjadi menu utama dengan cita rasa khas yang telah dikenal masyarakat Jombang dan sekitarnya. Menu tersebut juga dapat dipadukan dengan gulai sebagai pelengkap.
Lokasinya berada di kawasan Cukir yang juga dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam perjalanan wisata religi di Jombang. Karena itu, kuliner ini dapat menjadi pilihan bagi muktamirin yang memiliki agenda perjalanan menuju kawasan Diwek-Cukir.
4. Nasi Kikil Merah
Jombang juga memiliki kuliner berupa nasi kikil yang memiliki cerita tersendiri. Salah satunya adalah Nasi Kikil Merah di kawasan Mojosongo-Diwek. Kuliner ini dikenal dengan sajian kikil bertekstur kenyal yang disiram kuah berbumbu. Nasi, kikil, kuah, dan sambal menjadi perpaduan sederhana tetapi kuat dari sisi rasa.
Kuliner nasi kikil di kawasan Diwek juga kerap dikaitkan dengan cerita tentang Gus Dur. Sejumlah warung nasi kikil di kawasan tersebut disebut pernah menjadi tempat makan yang disukai tokoh kelahiran Jombang tersebut. Untuk lokasinya ada di
kawasan Mojosongo-Diwek, Jombang.
5. Sate Kampret
Malam hari menjadi waktu yang tepat untuk berburu kuliner khas Jombang. Salah satu yang bisa dicoba adalah Sate Kampret.
Warung ini dikenal sebagai salah satu kuliner malam legendaris di Jombang dan telah berdiri sejak 1995. Sate berbahan daging sapi menjadi menu yang banyak dicari, dengan bumbu bercita rasa khas dan sentuhan pedas.
Bagi muktamirin yang baru selesai mengikuti rangkaian kegiatan pada malam hari, Sate Kampret dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengisi perut sebelum kembali beristirahat. (fyi/suf)
Link informasi : Sumber