Hadirkan Ratusan UMKM, Blitar Djadoel Bidik Perputaran Uang Rp1 Miliar
Blitar (beritajatim.com) – Bazar Blitar Djadoel kembali hadir di tahun 2026 ini. Mengusung konsep yang berbeda dari tahun tahun yang lalu, Bazar Blitar Djadoel 2026 ini dikemas lebih sederhana dengan mengedepankan nuansa nostalgia.
Acara dibuka dengan nuansa nostalgia yang kental. Rentetan suara kentungan yang menggema, disusul dengan prosesi sakral pemecahan kendi dan pemotongan pita bunga, menjadi penanda resmi dimulainya pesta rakyat yang memadukan budaya dan kekuatan ekonomi mikro ini.
Bazar Blitar Djadoel 2026 ini memang dijadikan wadah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usahanya. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berkomitmen agar Bazar Blitar Djadoel ini menjadi ajang promosi sekaligus mendongkrak ekonomi di tingkat menengah dan mikro.
Target perputaran uang yang dipatok oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar pun mencapai 1 miliar rupiah. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa kesiapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tahun ini jauh melampaui ekspektasi.
“Kita menargetkan jumlah pengunjung hingga 100 ribu orang dengan perputaran uang dalam lima hari pelaksanaan mencapai di atas Rp1 miliar,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ibin tersebut.
Untuk merealisasikan target tersebut, Pemkot menggaet 519 usaha kecil mikro yang ada di Bumi Bung Karno. Pria yang akrab disapa Mas Ibin itu berharap dengan adanya Blitar Djadoel ini usaha kecil mikro milik masyarakat bisa tumbuh lebih besar.
“Blitar Djadoel edisi kali ini lebih menampakkan kejadulannya. Bahkan tendanya menggunakan konsep tempo dulu. Ada suasana kerajaan, masa kolonial, pra kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan. Jadi konsepnya lebih natural dibanding penyelenggaraan sebelumnya,” tegasnya.
Ambisi ekonomi Pemkot Blitar mendapat apresiasi penuh dari pemerintah pusat. Tenaga Ahli Menteri UMKM Republik Indonesia, Fahmi Hendri Prasetyo, menilai bahwa Bazar Blitar Djadoel sangat relevan dengan program strategis kementerian.
“Perhelatan berskala masif ini menjalankan tiga fungsi vital bagi pertumbuhan UMKM, yakni menjadi etalase langsung bagi produk-produk lokal kepada ratusan ribu pengunjung, mempertemukan produsen dengan konsumen potensial lintas generasi, serta memicu iklim kompetisi yang sehat agar pelaku UMKM terdorong untuk berinovasi dan bersiap naik kelas,” ungkapnya.
Untuk mencapai target perputaran uang Rp1 miliar, panitia dan peserta bazar tampaknya sangat memahami strategi perluasan segmentasi pasar. Pantauan di lapangan pada hari pertama menunjukkan sebuah perpaduan yang cerdas antara konsep “Djadoel” dan tren masa kini.
Meski tajuk utamanya adalah “Djadoel”, sajian yang ditawarkan sangat inklusif. Para pengunjung tidak hanya dimanjakan dengan jajanan tradisional tempo dulu yang menggugah kenangan, tetapi juga disambut oleh deretan kuliner kekinian yang laris manis diburu anak muda. Mulai dari kehangatan dimsum, manisnya cokelat stroberi, hingga renyahnya crepes, semuanya tersedia dan membaur sempurna dalam balutan nuansa klasik khas Blitar.
Bazar Blitar Djadoel 2026 dijadwalkan masih akan terus berlangsung selama empat hari ke depan di Alun-alun Kota Blitar. Dengan membludaknya antusiasme warga di hari pertama, target perputaran uang Rp1 miliar tampaknya bukan sekadar angan, melainkan roda ekonomi yang kini sudah mulai berputar kencang di jantung Kota Blitar. (owi/ian)
Link informasi : Sumber