Hampir 200 Medali, Karateka Kediri Cheisya Aurelia Bidik Emas Piala Bergilir Jatim
Ringkasan Berita
Cheisya Aurelia telah mengoleksi hampir 200 medali dan piagam sejak mulai berlatih karate usia tujuh tahun.
Ia baru saja meraih juara pertama sekaligus Best of the Best Kata Putri Piala Panglima TNI 2026.
Cheisya diproyeksikan memperkuat tim Forki Kediri pada Porprov 2027.
Pada 9-11 Oktober 2026, Cheisya membidik emas Piala Bergilir Pemprov Jatim IV di Surabaya.
Kediri (beritajatim.com) – Karateka muda asal Kediri, Cheisya Aurelia Kristanto, terus menambah koleksi prestasinya di atas matras. Siswi kelas XI tersebut kini telah mengumpulkan hampir 200 medali dan piagam penghargaan sejak mengenal karate pada usia tujuh tahun.
Prestasi terbaru diraih Cheisya dalam Piala Panglima TNI 2026 di GOR Ken Arok, Malang, pada 28-30 September 2026. Ia berhasil menjadi juara pertama sekaligus menyabet penghargaan Best of the Best (BOB) kategori Kata Putri.
“Alhamdulillah juara 1 dan juga mendapatkan juara BOB (Best of the Best untuk kategori Kata Putri),” kata Cheisya.
Bagi Cheisya, Piala Panglima TNI menjadi salah satu pertandingan yang paling berkesan. Pasalnya, kejuaraan tersebut berlangsung pada hari aktif sekolah sehingga ia harus membagi waktu antara pendidikan dan pertandingan.
“Alasannya bertanding di Piala Panglima pada hari aktif jadi pengalaman yang beda. Meski harus mengorbankan waktu sekolah, semua terbayar saat berhasil pulang membawa juara 1 dan juara Best of the Best, serta menjadi kebanggaan tersendiri untuk saya,” jelasnya.
Berawal dari Mengikuti Kakak Sepupu
Perjalanan Cheisya di dunia karate bermula ketika usianya masih tujuh tahun. Ketertarikannya muncul setelah melihat kakak sepupunya lebih dahulu mengikuti latihan karate.
Awalnya hanya mengikuti latihan karena termotivasi sang sepupu. Namun, Cheisya justru menemukan kecocokan hingga olahraga bela diri tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“Awalnya dulu termotivasi karena kakak sepupu ikut karate jadi hati saya tergerak ikut latihan karate,” ujarnya.
Hampir satu dekade menekuni karate membuat koleksi prestasi Cheisya terus bertambah. Ia mengaku sudah tidak lagi menghitung secara pasti satu per satu medali yang diperolehnya.
“Kalau dihitung yang keberapa sepertinya sudah 100 berapa karena dari usia 7 tahun sampai sekarang terakhir saya hitung perolehan medali dan piagam hampir 200,” katanya.
Sebelum tampil gemilang di Piala Panglima TNI, Cheisya juga meraih juara pertama Piala Danrem di Mojokerto pada 22-23 Agustus 2026.
Dipersiapkan untuk Porprov 2027
Ketua Cabor Karate Kediri sekaligus pelatih Cheisya, Agung Triwahyudi, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang dijalani secara konsisten.
Menurut Agung, prestasi anak didiknya menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus memperbaiki program latihan.
“Ya, tentunya merasa senang punya anak didik yang berhasil. Sebagai pelatih tetap berusaha semaksimal mungkin agar program-program latihan dapat tercapai untuk menciptakan atlet yang berprestasi,” kata Agung.
Setelah meraih dua penghargaan di Piala Panglima TNI, intensitas latihan Cheisya justru akan ditingkatkan. Penguatan fisik, teknik, motivasi, dan kedisiplinan menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda berikutnya.
“Lebih giat lagi pemusatan latihannya, lebih giat lagi, bisa ditingkatkan lagi motivasi dan kedisiplinan dalam berlatih,” jelas Agung.
Tidak berhenti pada kompetisi jangka pendek, Agung juga menyiapkan Cheisya untuk jenjang prestasi yang lebih tinggi. Ia diproyeksikan memperkuat tim Forki Kediri pada Porprov 2027.
“Sebagai pelatih tetap semaksimal mungkin menambah porsi latihan untuk jenjang yang akan datang. Apalagi kita persiapkan juga Cheisya untuk memperkuat tim Cabor Forki dalam Porprov 2027 yang akan datang,” ungkapnya.
Bidik Emas Piala Bergilir Jatim
Tantangan terdekat Cheisya sudah menanti. Ia dijadwalkan tampil dalam Piala Bergilir Pemprov Jatim IV di Surabaya pada 9-11 Oktober 2026.
Setelah membawa pulang juara pertama dan gelar BOB dari Piala Panglima TNI, target Cheisya kali ini lebih tinggi: medali emas.
“Untuk selanjutnya tanggal 9-11 Oktober 2026 akan mengikuti event Piala Bergilir Pemprov Jatim IV yang akan diselenggarakan di Surabaya. Mohon doanya semoga bisa mendapatkan gold medali,” ungkap Cheisya.
Pengalaman bertanding juga membuat Cheisya belajar menghadapi kondisi yang tidak selalu ideal. Salah satunya ketika harus beradaptasi dengan kondisi matras yang licin.
“Kondisi matras yang licin harus bisa mengkondisikan tumpuan kaki biar tidak terpeleset,” ujarnya.
Bagi Cheisya, menjadi atlet tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis. Kepercayaan diri, kedisiplinan, serta ketaatan kepada Tuhan dan orang tua juga menjadi bagian yang ia pegang dalam menjalani perjalanan sebagai karateka.
Ia berharap sederet prestasi yang diraih sejak usia dini kelak dapat menjadi bekal untuk masa depannya.
“Harapan saya ke depannya nanti, prestasi ini bisa menunjang karier saya dalam dunia kerja,” ucapnya.
Sementara Agung mengingatkan Cheisya agar tidak terlena dengan sederet penghargaan yang telah diraih. Prestasi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan sikap rendah hati dan kemauan untuk terus berlatih.
“Pesan untuk ananda Cheisya, tetap semangat, tetap rendah hati. Apapun hasilnya yang terbaik tetap disyukuri, tidak sombong, tidak takabur. Tetap memakai ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk,” pungkas Agung. [nm/aje]
Link informasi : Sumber