Harga Ayam di Sumenep Tembus Rp50 Ribu per Kg, Permintaan Maulid Nabi Jadi Pemicu
Sumenep (beritajatim.com) – Harga daging ayam broiler di pasar tradisional Sumenep awal pekan ini kembali meroket. Harga per kilonya masih bertahan di angka Rp46.000 – Rp50.000. Sedangkan untuk harga ayam kampung, bertahan di kisaran Rp80.000 – Rp90.000 per kg.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Idham Halil mengatakan, tingginya harga daging ayam lebih disebabkan tingginya permintaan konsumen.
“Saat ini masih bulan Maulid. Jadi banyak orang yang merayakan Maulid Nabi. Di perayaan Maulid Nabi itu, suguhannya ayam. Karena itu, permintaan tinggi. Sesuai hukum pasar, karena permintaan naik sementara stok tetap, maka harga pun terdongkrak naik,” katanya, Senin (31/08/2026).
Selain ayam potong, harga komoditas lain relatif stabil. Telur ayam ras tetap di kisaran Rp25.000 – Rp26.000 per kg. Telur ayam kampung tetap Rp48.000 per kg. Sedangkan untuk daging sapi, tetap Rp130.000 per kg.
Sebaliknya, yang justru mengalami penurunan harga adalah cabai merah besar. Pekan lalu harganya Rp25.000 per kg. Awal pekan ini turun menjadi Rp22.000 per kg. Sedangkan harga cabai rawit bertahan Rp50.000 per kg.
“Khusus cabai ini memang harganya tidak stabil. Naik turun. Sangat bergantung pada stok di pasaran dan permintaan konsumen,” ujar Idham.
Sementara untuk harga komoditas lain relatif stabil. Harga beras kualitas premium Rp15.400 per kg, dan beras kualitas medium atau lokal Rp13.400 per kg.
“Untuk harga Minyakita Rp15.700 per liter. Untuk minyak goreng curah Rp19.500 per kg. Kemudian minyak goreng kemasan 2 liter Rp44.000,” paparnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di Pasar Anom Baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. (tem/kun)
Link informasi : Sumber