Imigrasi se-Jatim Salurkan Bantuan Sosial untuk 100 Warga Blitar
Blitar (beritajatim.com) – Aroma khas cokelat yang menyeruak di kawasan Wisata Edukasi Kampoeng Coklat, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jumat (25/9/2026), terasa berbeda dari biasanya.
Di tengah lalu lalang pengunjung, suasana hangat penuh kekeluargaan menyeruak ketika jajaran Keimigrasian se-Jawa Timur membaur bersama masyarakat setempat.
Hari itu, para pejabat dan petugas keimigrasian tak sedang berhadapan dengan stempel paspor, pemeriksaan dokumen pertanahan, atau penegakan hukum perbatasan. Mereka hadir memanggul misi kemanusiaan yakni menyalurkan bantuan sosial secara langsung kepada 100 warga yang bermukim di sekitar destinasi wisata kebanggaan Blitar tersebut.
Aksi sosial ini menjadi pembuktian nyata bahwa wajah imigrasi tak melulu soal birokrasi yang kaku atau pengawasan perbatasan yang ketat. Ada simpati dan kepedulian mendalam yang terus dirajut di balik seragam resmi mereka.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, menegaskan bahwa pengabdian insan imigrasi sejatinya menembus batas-batas tugas administratif. Kehadiran negara harus dirasakan langsung kemanfaatannya oleh masyarakat bawah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Imigrasi tidak hanya dalam pelayanan keimigrasian, tetapi juga bagaimana jajaran Imigrasi dapat memberikan manfaat dan hadir di tengah masyarakat,” ujar Novianto di sela-sela penyerahan bantuan.
Novianto menambahkan, momen bakti sosial ini juga menjadi jembatan emosional untuk mempererat tali silaturahmi antara seluruh korps imigrasi di Jawa Timur dengan warga lokal.
Tampak jajaran pimpinan turun langsung menyerahkan paket bantuan satu per satu mulai dari Kakanwil Ditjen Imigrasi Jatim, para Kepala Bidang, Kabag Tata Usaha dan Umum, hingga seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Keimigrasian se-Jawa Timur.
Tatap muka langsung ini menciptakan ruang interaksi yang cair. Senyum sumringah warga penerima bantuan memecah kekakuan formalitas acara.
Senada dengan Kakanwil, Kepala Kantor Imigrasi Blitar, Aditya Nursanto, menyampaikan bahwa filosofi “Imigrasi untuk Rakyat” harus dijiwai dalam setiap helai napas pelayanan maupun aksi sosial.
“Imigrasi untuk rakyat ini bukan hanya dalam konteks pelayanan keimigrasian, tetapi bagaimana kami bisa hadir dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” tegas Aditya.
Sebanyak 100 warga penerima bantuan tampak antusias mengikuti jalannya acara hingga usai. Kegiatan yang berlangsung tertib, aman, dan lancar tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan humanis mampu meruntuhkan sekat antara aparatur negara dan warga biasa.
Melalui langkah kecil di Bumi Bung Karno ini, jajaran Imigrasi se-Jawa Timur telah menorehkan pesan kuat yakni sejauh apa pun imigrasi menjaga gerbang negara, hati mereka akan selalu tertambat pada kesejahteraan rakyatnya. (owi/ian)
Link informasi : Sumber