Jaga Harga Tetap Stabil, Bulog Madiun Salurkan 18 Ribu Liter MinyaKita per Pekan

0

Madiun (beritajatim.com) — Pasokan minyak goreng MinyaKita di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Madiun terus dijaga. Perum Bulog Madiun rutin menyuplai minyak bersubsidi tersebut agar kebutuhan pedagang dan masyarakat tetap terpenuhi. Dalam setiap pekan, distribusi MinyaKita mencapai sekitar 18.000 liter.

Penyaluran kembali dilakukan pada hari Selasa (6/10/2026). Kali ini, sekitar 9.000 liter MinyaKita didistribusikan untuk pedagang di Pasar Pagotan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, serta Pasar Dolopo.

Kepala Bulog Madiun Agung Sariyanto mengatakan penyaluran tersebut merupakan bagian dari distribusi rutin yang dilakukan untuk memastikan MinyaKita tetap tersedia di pasar.

“Hari ini kami menyalurkan sekitar 9.000 liter MinyaKita untuk Kabupaten Madiun. Pasokannya kami distribusikan ke dua pasar, yakni Pasar Pagotan dan Pasar Dolopo,” ujar Agung.

Menurut Agung, secara keseluruhan distribusi MinyaKita Bulog di wilayah Kabupaten Madiun berada di kisaran 18.000 liter setiap pekan. Pedagang yang menjadi penerima mendapatkan alokasi sebanyak 10 karton.

Proses pengadaannya dilakukan secara langsung. Pedagang terlebih dahulu melakukan pembayaran, kemudian MinyaKita dikirim dan diantarkan langsung ke pasar.

“Alokasinya 10 karton untuk masing-masing pedagang. Setelah pembayaran dilakukan, barang langsung kami kirim ke pasar,” jelasnya.

Distribusi tersebut mendapat respons positif dari pedagang. Salah satunya Lailatul Qodarwati, pedagang di Pasar Pagotan. Ia mengaku sudah beberapa kali memperoleh pasokan MinyaKita dari Bulog.

“Sudah sekitar enam sampai tujuh kali saya menerima. Ini sangat membantu, terutama untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Kalau bisa distribusinya terus berjalan,” katanya.

Lailatul menyebut 10 karton yang diterimanya biasanya tidak sampai bertahan selama sepekan. Cepat atau lambatnya penjualan bergantung pada tingkat keramaian pasar.

“Biasanya belum sampai seminggu sudah habis. Kalau pasar ramai cepat habis, kalau sepi ya sedikit lebih lama,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsumen MinyaKita tidak hanya berasal dari rumah tangga. Sejumlah pelaku usaha kecil juga membeli minyak tersebut untuk kebutuhan berjualan, seperti pedagang gorengan, kaki lima hingga angkringan.

“Pembelinya kebanyakan ibu rumah tangga, tetapi pedagang kecil juga banyak. Biasanya untuk jualan gorengan, kaki lima atau angkringan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bulog memastikan persediaan MinyaKita masih mencukupi. Setelah penyaluran dilakukan, stok yang tersimpan di gudang Bulog wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ngawi tercatat sekitar 300.000 liter.

Bulog juga mengingatkan pedagang agar menjual MinyaKita sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

Distribusi rutin ini diharapkan dapat menjaga pasokan MinyaKita tetap tersedia di pasar sekaligus membantu masyarakat memperoleh minyak goreng bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan. (rbr/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.