JNE Antar Zama Homewear, Brand Lokal Asal Malang Tembus Pasar Dunia
Malang(beritajatim.com) – Homewear asal Malang, Zama Homewear mampu menembus pasar Internasional. Dibalik kesuksesan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk bersaing di kancah global ada peran pengiriman dan logistik yang cukup sentral.
Pendiri sekaligus desainer Zama Homewear Srie Dewi Wirautami dalam podcast di kanal Youtube JNE menuturkan bahwa usahanya dibangun dari keinginan menghadirkan oleh-oleh non-food khas Malang yang berkualitas dan tahan lama. Pada 2017 dia memanfaatkan keahlian dasarnya di bidang desain produk untuk membuat pola, serta desain bordir.
Di tahun-tahun awal merintis Dewi sepenuhnya mengandalkan layanan logistik JNE melalui Kantor Cabang Soekarno-Hatta, Malang untuk pengiriman produk Zama Homewear ke para pelanggan. Seiring meningkatnya volume pemesanan dan pesatnya pertumbuhan bisnis secara daring, Zama Homewear kini telah resmi menjadi customer corporate di JNE.
“JNE ini 100 persen milik merah putih. Ini sejalan dengan visi Zama yang mengusung kearifan lokal serta memberdayakan SDM dari masyarakat kita sendiri,” kata Dewi.
Saat ini, Zama dalam proses penetrasi pasar luar negeri yang lebih agresif, salah satunya kurasi produk bersama KOWANI (Kongres Wanita Indonesia) untuk Year-End Exhibition di Kobe Hankyu, Jepang.
“Target kami hingga tahun 2030 adalah dapat memberdayakan hingga 500 pekerja kreatif. Dari angka 120 tim saat ini, kami optimistis dengan ekspansi pasar yang agresif dan dukungan ekosistem yang kuat, mimpi ini bisa terwujud,” kata Dewi.
Zama Homewear tidak hanya menawarkan produk busana rumah berdetail bordir khas yang unik, tetapi juga mengusung misi sosial dan keberlanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Seluruh pengerjaan produk dilakukan oleh perajin lokal Malang tanpa mesin-mesin industri besar.
Beberapa poin kontribusi Zama terhadap SDGs di antaranya;
Pengentasan Kemiskinan & Pemberdayaan Perempuan (SDGs 1 : No Poverty & SDGs 5 : Gender Equality). Sebanyak 97 persen dari total tim dan perajin Zama adalah perempuan.
Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDGs 12 : Responsible Consumption & Production). Zama mendaur ulang (recycle/upcycle) sisa kain limbah produksi menjadi produk sampingan yang bernilai ekonomis.
Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDGs 17 : Partnership for the Goals). Mengusung konsep padat karya untuk merangkul dan memberdayakan banyak orang.
Atas komitmen tersebut, Zama Homewear berhasil meraih Juara 1 UMKM Berprestasi 2026 Jawa Timur dan terpilih mewakili Indonesia pada ajang internasional World Expo 2025 di Osaka, Jepang.
Meski berawal dari produk daster rumahan, inovasi desain Zama kini berkembang menjadi outfit fashion sehari-hari hingga busana anak (Little Zama). Produk-produknya pun telah banyak dibeli oleh wisatawan asing serta diaspora Indonesia untuk dibawa ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Swiss, dan beberapa negara Eropa.
Sementara itu, Malang Main Branch Head JNE Andre Nurdjianto, menyebut Zama Homewear merupakan salah satu loyal customer JNE. Karena loyalitasnya Zama Homewear mendapatkan beberapa fasilitas dari JNE.
“Dengan bergabung sebagai customer corporate Zama mendapatkan beberapa fasilitas seperti penjadwalan penjemputan paket dan pembayaran tagihan bulanan,” kata Andre. (luc/ted)
Link informasi : Sumber