Kanker pada Anak Muda Meningkat, Dokter Ungkap Gaya Hidup yang Perlu Diwaspadai

0

Ringkasan Berita

  • Kasus kanker pada usia muda semakin banyak ditemukan dalam beberapa tahun terakhir.
  • Pola makan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik menjadi faktor risiko utama.
  • Dokter mengingatkan bahaya makanan gosong dan ultra-processed food.
  • Deteksi dini dan gaya hidup sehat dinilai penting untuk menekan risiko kanker.

Kediri (beritajatim.com) – Kanker tidak lagi identik sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok lanjut usia. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai jenis kanker semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, termasuk anak muda. Kondisi ini menjadi perhatian dunia kesehatan karena menunjukkan perubahan pola risiko penyakit yang sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan usia lanjut.

Fenomena tersebut menjadi salah satu topik utama dalam kegiatan Health Talk bertajuk Kanker di Usia Muda yang diselenggarakan National Hospital bersama Victorious Spirit Elshaddai Agency di Kediri, pada Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai faktor risiko, gejala awal, serta pentingnya deteksi dini kanker.

Kanker Semakin Banyak Menyerang Usia Produktif

Meningkatnya kasus kanker pada kelompok usia muda menjadi tantangan baru dalam dunia kesehatan.

Berbagai jenis kanker yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada usia lanjut kini mulai terdiagnosis pada usia produktif. Beberapa di antaranya adalah kanker payudara, kanker serviks, kanker usus besar, kanker darah, hingga kanker kelenjar getah bening.

Para ahli menilai kondisi tersebut tidak dapat dilepaskan dari perubahan pola hidup masyarakat modern yang cenderung kurang sehat.

Faktor seperti pola makan buruk, minim aktivitas fisik, tingkat stres yang tinggi, paparan lingkungan, serta faktor genetik diketahui berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker.

Dokter Soroti Bahaya Makanan Gosong dan Ultra-Processed Food

Dalam sesi diskusi, Dokter Spesialis Penyakit Dalam National Hospital, dr. Jusak Renatan, Sp.PD, AIFO-K, menjelaskan sejumlah kebiasaan yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.

Menurutnya, konsumsi makanan yang dibakar hingga gosong atau berwarna hitam sebaiknya dibatasi karena berpotensi mengandung senyawa yang tidak baik bagi tubuh.

“Kalau bicara kanker yang sudah ditemukan itu biasanya makan makanan membara, yang gosong, hitam itu. Terus kalau penyetan, kol goreng itu sangat berbahaya, hati-hati sebaiknya dihindari. Terus ultra-processed food, makanan sesuatu yang tidak kelihatan jenisnya, bentuk aslinya. Sapi enggak ada sapi, ayam, ayamnya mana. Isinya sosis semua, nugget semua,” ujar dr. Jusak.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian besar dari peserta yang mayoritas berasal dari kalangan muda dan aktif bertanya mengenai pola hidup sehat.

Apa Itu Ultra-Processed Food?

Dalam penjelasannya, dr. Jusak juga menyoroti konsumsi ultra-processed food (UPF) yang semakin umum di kalangan masyarakat.

Ultra-processed food merupakan makanan dan minuman yang telah mengalami proses industri secara intensif serta mengandung berbagai bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, pemanis, perasa buatan, gula tambahan, dan lemak jenuh.

Produk seperti makanan instan, sosis, nugget, minuman kemasan manis, serta berbagai makanan siap saji termasuk dalam kategori ini.

Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dinilai dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular, termasuk kanker, diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

Olahraga Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan

Selain pola makan, aktivitas fisik menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan dan menekan risiko kanker.

Menurut dr. Jusak, olahraga saat ini tidak lagi dapat dipandang sebagai aktivitas tambahan, melainkan kebutuhan yang harus menjadi bagian dari rutinitas harian.

“Olahraga bukan pilihan. Berapa lama per hari? Enggak perlu lama, 10 menit aja, nanti kalau otot sudah kuat, 15 menit tidak lagi terasa. 15 menit suka, lama-lama 30 menit. Apalagi ditambah sambil dengerin musik,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa olahraga tidak harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Konsistensi jauh lebih penting dibanding durasi yang panjang tetapi jarang dilakukan.

Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, jogging ringan, atau latihan kebugaran di rumah sudah dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Kesembuhan

Selain pencegahan melalui gaya hidup sehat, deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi penyakit kanker.

Semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan dan kualitas hidup pasien dapat dipertahankan.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala yang muncul serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai usia dan faktor risiko masing-masing.

Kesadaran terhadap tanda-tanda awal penyakit menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak kanker di masa depan.

Edukasi Jadi Kunci Membangun Kesadaran Generasi Muda

Melalui kegiatan Health Talk ini, National Hospital dan Victorious Spirit Elshaddai Agency ingin memperkuat pemahaman bahwa kanker dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Pengetahuan mengenai faktor risiko, pentingnya pola hidup sehat, serta deteksi dini diharapkan mampu membantu generasi muda mengambil langkah preventif sejak sekarang.

Sebagai rumah sakit yang berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan komprehensif, National Hospital terus mendorong edukasi kesehatan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.

Melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas, informasi kesehatan yang relevan dan mudah dipahami diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan muda sehingga kesadaran untuk menjaga kesehatan semakin meningkat.

Di tengah meningkatnya kasus kanker pada usia produktif, para ahli mengingatkan bahwa perubahan kecil dalam gaya hidup sehari-hari dapat menjadi investasi besar untuk kesehatan jangka panjang. Pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik yang rutin, serta pemeriksaan kesehatan berkala menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker. [nm/but]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.