Kapolres Mojokerto Tekankan Pengawasan Senjata Api Dinas untuk Cegah Penyalahgunaan

0

Ringkasan Berita

  • Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan pentingnya pengawasan senjata api dinas untuk mencegah potensi penyalahgunaan oleh anggota kepolisian.
  • Pemeriksaan mencakup kelengkapan administrasi, masa berlaku izin, kondisi senjata, dan kemampuan personel dalam menggunakan senjata api sesuai prosedur.
  • Polres Mojokerto melanjutkan kegiatan dengan latihan menembak untuk menjaga kemampuan, ketepatan, dan kesiapan anggota dalam menjalankan tugas secara profesional.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan senjata api (senpi) dinas oleh anggota kepolisian.

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap personel yang memegang senpi memenuhi persyaratan administrasi, memiliki kompetensi yang memadai, serta menggunakan senjata api sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Penegasan itu disampaikan saat Kapolres Mojokerto bersama Pejabat Utama (PJU) dan anggota Logistik Polres Mojokerto melaksanakan mitigasi serta analisis dan evaluasi (Anev) senjata api dinas di Lapangan Tembak Polres Mojokerto, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan internal untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan senjata api oleh personel Polres Mojokerto maupun Polsek jajaran.

Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah aspek penting, meliputi kelengkapan administrasi, masa berlaku izin pemegang senjata api, kondisi senjata, hingga kemampuan anggota dalam menggunakannya sesuai ketentuan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan bahwa kepemilikan senjata api dinas disertai tanggung jawab serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Kapolres Mojokerto menegaskan bahwa senjata api dinas bukan sekadar fasilitas atau kewenangan bagi anggota kepolisian, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan disiplin dan profesionalisme.

Oleh karena itu, pengawasan secara berkala diperlukan untuk memastikan seluruh personel memahami aturan penggunaan senjata api beserta risiko yang dapat ditimbulkan dalam pelaksanaan tugas.

Foto BeritaJatim.com
Mitigasi serta analisis dan anev senjata api dinas di Lapangan Tembak Polres Mojokerto

“Setiap personel wajib memahami aturan penggunaan senjata api serta konsekuensi yang ditimbulkan dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Karena itu, pengawasan dan evaluasi secara berkala diperlukan untuk memastikan senpi dinas berada di tangan anggota yang memenuhi persyaratan,” ungkapnya.

Setelah pelaksanaan mitigasi dan Anev, kegiatan dilanjutkan dengan latihan menembak di Lapangan Tembak Polres Mojokerto. Latihan tersebut bertujuan memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan, ketepatan, dan kesiapan personel dalam menggunakan senjata api secara profesional dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, Polres Mojokerto berupaya memperkuat pengawasan terhadap seluruh personel pemegang senjata api dinas, baik di tingkat Polres maupun Polsek jajaran. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan setiap prosedur penggunaan senjata api dipatuhi guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Pengawasan dan evaluasi berkala diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan personel serta meminimalkan risiko penyalahgunaan senjata api. Dengan demikian, penggunaan senjata api dinas dapat menunjang tugas kepolisian secara profesional sekaligus menjaga keamanan dan kepercayaan masyarakat. [tin/suf]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.