Keamanan Pringgitan Rumdin Bupati Ponorogo Diperketat, Pos Jaga Pindah ke Sisi Timur Pendopo
Ponorogo (beritajatim.com) – Akses menuju rumah dinas Bupati Ponorogo, Pringgitan kini bakal lebih ketat. Pos jaga yang sebelumnya berada cukup jauh di belakang digeser ke sisi timur Pendopo Agung Ponorogo. Perubahan posisi ini membuat petugas bisa memeriksa tamu, sebelum mereka masuk lebih jauh ke kawasan rumah dinas. Tak hanya tamu, pengantar surat hingga pengemudi ojek online juga akan melalui pemeriksaan dari titik tersebut.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, pemindahan pos jaga dilakukan karena lokasi sebelumnya dinilai kurang efektif. Pos 27 yang lama, berada terlalu ke belakang. Sehingga warga yang hendak bertamu ke Pringgitan kerap kebingungan. Selain persoalan akses, posisi tersebut juga membuat aktivitas keluar-masuk orang kurang terpantau. Karena itu, pos baru ditempatkan lebih ke depan agar pengawasan bisa dilakukan sejak awal.
“Pos yang lama itu terlalu ke belakang, sehingga sering membuat warga yang hendak bertamu ke Pringgitan kebingungan dan juga kurang terpantau. Karena itu, posnya kita geser lebih ke depan agar pemeriksaan dan pengawasan bisa dilakukan sejak awal,” ungkap Lisdyarita, ditulis Jumat (25/9/2026).
Pos jaga baru tersebut nantinya menjadi titik pemeriksaan awal bagi orang yang hendak memasuki kawasan rumah dinas. Petugas akan melakukan penyaringan terhadap tamu yang datang ke Pringgitan. Begitu pula dengan pengantar surat maupun pengemudi ojek online yang memiliki kepentingan masuk ke kawasan tersebut.
“Dengan posisi pos yang lebih dekat dengan akses masuk, setiap aktivitas keluar-masuk diharapkan lebih mudah dipantau,” katanya.
Pembangunan pos keamanan itu menelan anggaran sekitar Rp181 juta. Anggaran tersebut bersumber dari APBD Ponorogo 2026. Pekerjaan fisiknya ditargetkan selesai dalam waktu 60 hari. Setelah selesai, pos baru akan menjadi bagian dari sistem pengamanan di sisi timur Pendopo Agung.
Penataan kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keamanan. Di lokasi yang sama, juga dibangun biopori atau sumur resapan untuk mengantisipasi genangan. Langkah itu dilakukan setelah kawasan Pendopo Agung beberapa kali mengalami genangan saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Sumur resapan diharapkan dapat menampung sementara kelebihan air hujan.
“Selain untuk keamanan, kita juga membuat biopori atau sumur resapan. Ini untuk mengantisipasi ketika hujan deras, karena sebelumnya area pendopo juga beberapa kali tergenang. Harapannya air hujan yang berlebih bisa ditampung sementara dan tidak menimbulkan genangan,” pungkasnya. [end/aje]
Link informasi : Sumber