Klarifikasi soal Batal Manggung di Batam, Juicy Luicy: Kami Dibohongi Berkali-kali

0

Surabaya (beritajatim.com) – Juicy Luicy akhirnya memberikan klarifikasi terkait pembatalan keberangkatan mereka ke Batam. Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram resmi @juicyluicyband pada Jumat (11/9/2026).
Dalam pernyataannya, Juicy Luicy membantah narasi yang menurut mereka telah memutarbalikkan fakta terkait persoalan dengan penyelenggara acara.

Band tersebut menyebut keputusan untuk tidak berangkat ke Batam bukan diambil secara tiba-tiba, melainkan setelah melalui proses panjang yang melelahkan.

“Beberapa hari ini menjadi hari yang cukup berat buat kami, Juicy Luicy, karena narasi dan fakta yang dengan mudahnya diputarbalikkan dan ditujukan kepada kami,” tulis Juicy Luicy.

Mereka menjelaskan, seluruh tindakan yang dilakukan telah mengacu pada tata cara dan kesepakatan yang dibuat bersama penyelenggara sejak awal. Namun, menurut Juicy Luicy, sejumlah kewajiban penyelenggara tidak kunjung dipenuhi meski pihak band telah melakukan penagihan sejak H-7 acara.

Proses tersebut disebut berlangsung berulang kali. Pihak band mengaku harus terus menanyakan kepastian pembayaran dan berbagai kebutuhan keberangkatan. Namun, respons yang diterima disebut kerap tertunda atau tidak mendapatkan balasan.

“Proses yang sungguh melelahkan, setiap hari kami menagih pelunasan dan kepastian sejak H-7 acara, yang di mana seharusnya sudah diselesaikan. Kadang digantung, seringnya tidak dibalas,” jelasnya.

Menurut Juicy Luicy, pelunasan biaya tampil baru dilakukan sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan menuju Batam. Itu pun, mereka menyebut pembayaran tersebut belum disertai sejumlah kelengkapan yang sebelumnya telah disepakati, termasuk tiket, bukti penginapan, tiket kepulangan, serta kebutuhan bagasi tambahan.

Setelah mendapat ketegasan bahwa mereka tidak akan berangkat tanpa kepastian tiket, penyelenggara akhirnya mengirimkan tiket keberangkatan pada pukul 22.26. Namun, sejumlah kebutuhan lainnya disebut masih belum tersedia.

Salah satunya adalah pre-paid bagasi ekstra yang tercantum dalam riders. Juicy Luicy menjelaskan kebutuhan bagasi tersebut menjadi besar karena maskapai yang digunakan penyelenggara berbeda dari kesepakatan awal dan hanya menyediakan jatah bagasi 15 kilogram per orang.

Pihak band kemudian melakukan pengecekan langsung melalui situs maskapai. Dari pengecekan tersebut, biaya pre-paid bagasi disebut mencapai sekitar Rp44 juta.

Masalah kembali terjadi ketika penyelenggara menawarkan pembayaran Rp26 juta terlebih dahulu agar rombongan Juicy Luicy segera berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sisanya dijanjikan akan dibayarkan ketika mereka tiba di bandara.

Namun, menurut Juicy Luicy, pembayaran tersebut kembali tidak terealisasi sesuai janji.

Setibanya di bandara, mereka mengaku masih belum menerima transfer Rp26 juta seperti yang dijanjikan. Sementara waktu terus berjalan karena proses memasukkan bagasi memiliki batas waktu.

Ketika dilakukan pengecekan kembali di bandara, biaya bagasi disebut meningkat hingga Rp64 juta karena harga pembelian langsung di bandara lebih mahal.

“Bagaimana mungkin kami percaya bahwa penyelenggara akan membayarkan angka yang sangat besar tersebut setelah kami dibohongi berkali-kali? Karena itu kami memutuskan untuk tidak pergi ke Batam di hari Sabtu itu,” ujar Juicy Luicy.

Keputusan tersebut kemudian berdampak pada penonton yang telah membeli tiket acara. Juicy Luicy menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemarnya yang kecewa karena batal menyaksikan penampilan mereka.

“Kami mengerti kekecewaan para penggemar yang telah membeli tiket untuk menonton kami, untuk mereka, maaf yang sedalam-dalamnya dari lubuk hati kami,” tulisnya.

Di sisi lain, Juicy Luicy juga menyampaikan permintaan maaf atas sikap maupun perkataan mereka yang mungkin dinilai kurang pantas selama persoalan tersebut mencuat.

Namun, mereka menegaskan bahwa permintaan maaf kepada penggemar tidak berarti menerima seluruh kesalahan atas konsekuensi yang muncul akibat persoalan dengan penyelenggara.

“Namun, apakah perlu kami meminta maaf untuk konsekuensi yang dihadapi penyelenggara atas perbuatan dan kelalaiannya sendiri?” tegas Juicy Luicy.

Band tersebut juga menyatakan memiliki bukti terkait persoalan yang terjadi dan tidak keberatan apabila penyelenggara memilih membawa perkara tersebut ke jalur hukum.

“Kami memiliki semua bukti dan bersedia apabila penyelenggara akan membawa ini ke jalur hukum,” pungkasnya. (fyi/aje)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.