Kopi dan Alpukat Jadi Pintu Masuk Mahasiswa FKep Unej di Tanahwulan
Jember (beritajatim.com) – Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Jember membuat Program Bumi Wana Mandiri, di Desa Tanahwulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Melalui program ini, mahasiswa mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat desa hutan berbasis komoditas lokal agroforestri dengan mendorong masyarakat tidak lagi hanya menjual hasil kebun sebagai bahan mentah.
Ketua Tim PPK Ormawa BEM FKep Unej Mashuda mengatakan, program tersebut sudah resmi diluncurkan pada 19 Agustus 2026 di halaman Masjid Yayasan Nurul Hasan, Desa Tanahwulan. Menurutnya, program itu dirancang berdasarkan hasil diskusi yang melibatkan masyarakat soal potensi dan kebutuhan mereka.
“Kami mencoba mengembangkan potensi tersebut, salah satunya melalui pengembangan produk turunan alpukat, seperti stik alpukat atau Poka-Poka, pemanfaatan daun alpukat menjadi teh alpukat, serta pemanfaatan kulit kopi yang selama ini menjadi limbah menjadi pupuk organik cair,” kata Mashuda, dilansir Humas Unej, Senin (24/8/2026).
Program ini juga memberdayakan kader kesehatan melalui edukasi pencegahan stunting, pemanfaatan tensimeter digital untuk membantu pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, dan aplikasi Nutricon untuk membantu kader memonitor status gizi anak.
“Mulai awal Juli kami sudah melakukan pemberdayaan masyarakat. Setelah Grand Launching ini, pendampingan akan terus dilakukan dan monitoring direncanakan secara berkala, sekitar satu hingga dua minggu sekali,” kata Mashuda.
Dengan menghubungkan agroforestri, hilirisasi komoditas, kesehatan masyarakat, pengelolaan limbah, pemberdayaan kader, dan literasi, Bumi Wana Mandiri menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Bumi Wana Mandiri membawa pesan bahwa kemandirian desa dapat dimulai dari potensi yang selama ini telah berada di sekitar masyarakat.
“Kopi dan alpukat menjadi pintu masuk untuk menciptakan nilai tambah, limbah diubah menjadi produk yang bermanfaat, kesehatan diperkuat melalui kader, sementara ruang baca disiapkan untuk menumbuhkan budaya belajar para santri,” kata Mashuda.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unej Fendi Setyawan berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan mahasiswa dapat diteruskan masyarakat setelah program berakhir sehingga benar-benar berdampak terhadap ekonomi keluarga.
“Pasca program ini harapannya masyarakat bisa meneruskan, mengembangkan, dan betul-betul mendapatkan manfaat dalam rangka peningkatan ekonomi keluarga maupun ekonomi masyarakat Tanahwulan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanahwulan Edi Mulyono, berharap bisa terus bekerja sama dengan Unej. “Pemerintah Desa akan berusaha meneruskan program-program yang sudah dirintis adik-adik PPK Ormawa untuk meningkatkan ekonomi desa,: katanya. [wir/ted]
Link informasi : Sumber