Kukuhkan 117 Kepala Sekolah, Bupati Malang Tegaskan Sekolah Harus Bebas Bullying dan Pelecehan Seksual

0

Ringkasan Berita:

  • Bupati Malang HM Sanusi melantik dan mengukuhkan 166 ASN, termasuk 117 kepala sekolah.
  • Sanusi meminta seluruh kepala sekolah menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak serta bebas dari bullying dan pelecehan seksual.
  • Kepala sekolah didorong menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.
  • Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dinilai penting untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang HM Sanusi melantik dan mengukuhkan sebanyak 166 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Selasa (4/8/2026). Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 orang dikukuhkan sebagai kepala sekolah di berbagai jenjang pendidikan.

Rinciannya, sebanyak 20 ASN dilantik dalam jabatan administrator, 21 orang menduduki jabatan fungsional, empat orang dikukuhkan sebagai kepala sekolah taman kanak-kanak (TK), 94 orang sebagai kepala sekolah dasar (SD), 19 orang sebagai kepala sekolah menengah pertama (SMP), serta delapan orang diambil sumpah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dalam arahannya, Sanusi menegaskan para kepala sekolah yang baru dikukuhkan tidak hanya bertugas menjalankan fungsi administratif, tetapi juga harus menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik di Kabupaten Malang.

“Kepada para kepala sekolah yang baru dikukuhkan, Sanusi berpesan agar tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik,” kata Sanusi, Selasa (4/8/2026).

Ia memberikan perhatian khusus terhadap terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Menurutnya, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Malang harus terbebas dari praktik perundungan (bullying) maupun pelecehan seksual.

“Khusus kepada para kepala sekolah saya titip mutu kualitas anak didik, lakukan pendidikan ramah anak, jangan ada lagi bullying dan pelecehan seksual di seluruh sekolah di Kabupaten Malang,” tegas Sanusi.

Selain menjadi teladan bagi para guru, Sanusi juga meminta kepala sekolah membangun kemitraan yang kuat dengan orang tua dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kondusif bagi perkembangan peserta didik.

Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar di sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Melalui kepemimpinan kepala sekolah yang profesional dan kolaboratif, Pemerintah Kabupaten Malang berharap mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, serta memiliki daya saing untuk menghadapi tantangan di masa depan. [yog/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.