Literasi JKN di Sekolah, Generasi Muda Kediri Didorong Jadi Garda Depan
Ringkasan Berita
- BPJS Kesehatan mengenalkan hak dan kewajiban peserta JKN kepada pelajar SMK Negeri 1 Plosoklaten.
- Generasi muda didorong menjadi penyambung informasi JKN kepada teman, keluarga dan lingkungan sekitar.
- Duta Muda BPJS Kesehatan turut menyampaikan edukasi dalam kegiatan Goes to School.
- Pelajar mendapat informasi mengenai alur pelayanan dan kanal layanan non-tatap muka JKN.
Kediri (beritajatim.com) – Literasi mengenai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai diperkuat dari lingkungan sekolah. BPJS Kesehatan mendorong generasi muda tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta, tetapi juga mampu menyebarkan informasi JKN kepada lingkungan sekitar.
Pesan tersebut disampaikan melalui kegiatan Goes to School BPJS Kesehatan di SMK Negeri 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bagi BPJS Kesehatan untuk mendekatkan informasi Program JKN kepada pelajar sekaligus mengenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan peserta.
Para pelajar tidak hanya mendapatkan materi mengenai JKN. Mereka juga didorong menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada teman, keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Duta Muda Jadi Penggerak Literasi
Salah satu yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Indah Ayu Permata, Runner Up Duta Muda BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri.
Indah turut menyampaikan informasi mengenai Program JKN kepada para pelajar. Kehadirannya menunjukkan bahwa edukasi JKN juga dapat dilakukan dengan melibatkan generasi muda sebagai penyampai informasi kepada kelompok sebaya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kediri, Tutus Novita Dewi, mengatakan kegiatan Goes to School menjadi salah satu upaya memperluas literasi JKN secara konsisten, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurut Tutus, karakter generasi muda yang aktif, kreatif dan dekat dengan lingkungan sebayanya dapat menjadi modal untuk memperluas penyebaran informasi JKN.
“Melalui sosialisasi ini diharapkan peserta lebih mengerti akan program JKN. Kami juga berharap seluruh peserta yang datang saat ini terutama lapisan dari generasi muda lebih mengerti perihal hak, kewajiban, dan kanal layanan yang ada di BPJS Kesehatan,” jelas Tutus di SMK Negeri 1 Plosoklaten.
Pelajar Kenali Hak, Kewajiban dan Layanan JKN
Dalam kegiatan tersebut, pelajar mendapatkan informasi mengenai hak dan kewajiban peserta JKN, alur pelayanan kesehatan, serta kanal layanan non-tatap muka BPJS Kesehatan.
Penyampaian materi dilakukan dengan melibatkan pelajar secara langsung. Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga memiliki pemahaman yang dapat digunakan ketika membutuhkan layanan JKN.
Kepala SMK Negeri 1 Plosoklaten Kabupaten Kediri, Hadi Sugiharto, mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam pelaksanaan Program JKN.
Menurut Hadi, edukasi seperti Goes to School penting karena pelajar merupakan bagian dari masyarakat yang akan meneruskan keberlanjutan program jaminan kesehatan di masa mendatang.
“Program ini membuktikan bahwa negara hadir dan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk ambil peran. Selain itu program ini juga menjadi batu loncatan anak-anak kami dalam berperan aktif ketika di bangku SMK,” ujar Hadi.
Ia menambahkan, kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan sekolah menjadi salah satu bentuk keterlibatan pemangku kepentingan dalam mendukung pelaksanaan Program JKN.
“Kami selaku pemangku kepentingan merasa senang jika dilibatkan dalam acara yang diadakan dari BPJS Kesehatan. Kami juga merasa bangga ketika perwakilan dari SMK ini bisa membantu dalam program JKN,” katanya.
Pelajar Mulai Memahami Perannya sebagai Peserta JKN
Bagi pelajar, edukasi tersebut memberikan pemahaman yang lebih konkret mengenai posisi mereka sebagai peserta JKN.
Salah satu peserta, Akbar, mengaku setelah mengikuti sosialisasi dirinya lebih memahami hak dan kewajiban sekaligus kanal layanan yang tersedia.
“Saya senang diadakannya sosialisasi dari BPJS Kesehatan seperti ini. Saya pribadi jadi lebih mengerti akan program JKN dan paham akan hak serta kewajiban sebagai peserta,” ujarnya.
Ia menilai informasi tersebut membuatnya lebih memperhatikan keberadaan Program JKN karena dirinya juga merupakan peserta.
Melalui Goes to School, BPJS Kesehatan Kediri menempatkan sekolah sebagai salah satu ruang untuk membangun literasi jaminan kesehatan sejak dini.
Pengetahuan mengenai JKN diharapkan tidak berhenti pada pelajar sebagai peserta. Informasi tentang hak, kewajiban dan kanal layanan juga dapat diteruskan kepada keluarga serta lingkungan sekitar.
Dari sekolah, literasi JKN diperluas melalui peran generasi muda. Sementara kolaborasi antara BPJS Kesehatan, sekolah dan pelajar menjadi bagian dari upaya menjaga pemahaman masyarakat terhadap Program JKN tetap berjalan secara berkelanjutan. [nm/ian]
Link informasi : Sumber