LP2M UIN Malang Dampingi BUMDes Selo Angon Makmur Blitar Lewat Skema Gaduh Amanah

0

Malang (beritajatim.com) – Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat pilar ekonomi perdesaan. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), mereka menggelar program bertajuk ‘UIN Mengabdi Berdampak Bergerak 2026’ di Desa Tumpang, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

​Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mohammad Miftahusyai’an memaparkan bahwa intervensi akademik difokuskan untuk membenahi aspek manajerial serta sumber daya manusia pengelola.

​”Fokus pendampingan kami arahkan pada penguatan modal sosial, perbaikan tata kelola usaha, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia BUMDes berbasis nilai-nilai keislaman,” ujar Mohammad Miftahusyai’an, Senin (5/10/2026) soal aksi pengabdian masyarakat yang dihelat pada 12 Agustus 2026 tersebut.

Acara ini membidik optimalisasi tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Selo Angon Makmur. Pendampingan ini mengusung pendekatan unik bertajuk ‘Gaduh Amanah’, yakni penguatan modal sosial dan kapasitas operasional usaha desa yang berpijak pada prinsip syariah.

​BUMDes Selo Angon Makmur sejatinya memiliki fondasi aset yang memadai. Entitas usaha milik desa ini telah mengantongi legalitas resmi, menaungi pasar desa, unit kafe, kandang komunal kambing, hingga suntikan modal dari kas desa yang kini menyentuh angka Rp150 juta. Kendati demikian, gurita potensi tersebut belum memberikan imbal balik ekonomi konkret bagi warga.

​Berdasarkan investigasi lapangan tim pengabdian, para penyandang dana atau pemegang saham desa belum pernah mencicipi pembagian dividen. Laporan keuangan belum dipilah per unit bisnis, regenerasi pengurus mandek saat pengelola lama mundur, serta tradisi gaduh ternak kambing antarmasyarakat masih sebatas lisan tanpa landasan hukum tertulis. ​Secara nominal, permodalan desa memang

“melonjak drastis dari Rp19,03 juta pada 2019 menjadi Rp150 juta pada 2025. Namun, kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang disetor BUMDes sejak 2021 jalan di tempat di kisaran Rp3 juta hingga Rp3,5 juta per tahun,” kata Miftahusyai’an.

Foto BeritaJatim.com
LP2M UIN Malang Dampingi BUMDes Selo Angon Makmur Blitar (Foto: Istimewa)

Namun, ditemukan di lapangan bahwa alokasi dana segar Rp150 juta untuk proyek ayam petelur justru terparkir pasif di perbankan akibat kecemasan pengelola akan ancaman gagal usaha. ​Krisis ini turut memicu degradasi modal sosial di tengah masyarakat.

Dari delapan parameter modal sosial yang diuji tim kampus, lima di antaranya ambles sejak 2022..​Kondisi tersebut ditegaskan oleh salah seorang pemegang saham BUMDes setempat yang meminta transparansi dikedepankan.

​“Saya masih percaya. Kalau tidak percaya ya saya tidak akan ikut. Tapi kepercayaan itu harus dijaga. Jangan sampai masyarakat hanya tahu ketika ada pembagian hasil,” ujar salah seorang pemegang saham tersebut.

​Merespons polemik tersebut, formula ‘Gaduh Amanah’ digulirkan. Praktik gaduh atau rawat ternak bagi hasil yang mengakar pada kultur lokal ditransformasikan secara tertib melalui akad mudharabah.

“Kerja sama kini dituangkan dalam perjanjian tertulis yang memuat valuasi bibit ternak, persentase bagi hasil (nisbah), distribusi risiko, hingga klausul sengketa. Demi menjamin integritas moral, takmir masjid desa dilibatkan sebagai saksi akad,” ungkap Miftahusyai’an melanjutkan.

​Pilar amanah turut diwujudkan lewat adopsi sistem akuntansi praktis bertajuk laporan tiga angka, mencakup uang masuk, uang keluar, dan saldo kas riil. Sementara pilar ta’awun (tolong-menolong) diterapkan melalui integrasi unit sirkular: limbah sayur pasar disulap menjadi pakan ternak kambing gaduh, dan kafe desa dimanfaatkan sebagai etalase pemasaran kreasi ibu PKK.

​Kegiatan bernilai dana Rp20 juta ini melibatkan empat dosen lintas disiplin dan satu mahasiswa dengan metode Participatory Action Research (PAR) serta Asset-Based Community Development (ABCD). Tim mengusung asas kerja M3 (murah, mudah, dan bermanfaat) agar menghasilkan luaran aplikatif berupa buku kas satu halaman, modul SOP BUMDes, naskah rancangan peraturan desa (Perdes), hingga strategi pemasaran digital.

“​Program menargetkan lonjakan wawasan pengurus sebesar 40 persen, pertumbuhan omzet unit 20 persen, pembentukan minimal lima kader lokal, dan rasio Social Return on Investment (SROI) melampaui angka satu. Keberhasilan jangka panjangnya bakal dievaluasi pada pengujung 2026,” kata Miftahusyai’an.

​Salah seorang pengelola BUMDes Selo Angon Makmur menyampaikan optimismenya terhadap transformasi yang sedang dirintis.

​“Ke depan akan lebih konsisten apabila masyarakat mulai merasakan hasil nyata,” ungkap pengelola BUMDes tersebut. [dan/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.