Melaut atau Bertaruh Nyawa, Polisi Ingatkan Nelayan Gresik
Gresik (beritajatim.com)- Aktivitas melaut menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir Gresik. Namun, ketika kondisi cuaca dan gelombang tidak bersahabat, penghasilan sehari harus berhadapan dengan risiko keselamatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik. Polisi meminta nelayan tidak menjadikan kebutuhan melaut sebagai alasan untuk mengabaikan keselamatan.
Kasat Polairud Polres Gresik AKP I Nyoman Arditha mengatakan, terkait dengan ini dirinya bersama personel lainnya mendatangi sejumlah tokoh nelayan di pesisir Pantai Desa Sidorejo, Kecamatan Ujungpangkah.
Pertemuan yang berlangsung secara dialogis itu tidak hanya membahas keamanan di wilayah perairan, tetapi juga kondisi nelayan saat menghadapi perubahan cuaca dan gelombang laut.
I Nyoman meminta nelayan memastikan kapal serta seluruh peralatan dalam kondisi layak sebelum meninggalkan daratan. Perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung juga diminta tidak sekadar dibawa, tetapi digunakan saat diperlukan.
“Keselamatan harus menjadi yang utama. Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan. Pastikan perlengkapan keselamatan tersedia dan digunakan,” katanya, Jumat (25/9/2026).
Imbauan tersebut menjadi penting karena periode 23–26 September 2026 menjadi perhatian terkait kondisi cuaca. Nelayan diminta mencermati perkembangan cuaca sebelum berangkat dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi di lapangan.
Selain keselamatan, polisi juga menyoroti potensi gesekan antarnelayan. Perselisihan yang muncul di wilayah perairan diminta tidak diselesaikan dengan tindakan yang justru memperbesar persoalan.
“Kami mengajak kelompok nelayan mengutamakan komunikasi dan musyawarah ketika terjadi masalah di laut. Kalau ada permasalahan mari dikomunikasikan dan diselesaikan dengan baik,” ungkap I Nyoman.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gresik, Samaun menuturkan, dirinya mengapresiasi kegiatan sosialisasi mengenai kondisi cuaca buruk.
“Saya berharap kegiatan ini terus diintensifkan supaya nelayan bisa tahu kondisi cuaca sebelum melaut,” tuturnya.
Melalui silaturrahmi tersebut, Satpolairud Polres Gresik berupaya mempersempit jarak antara polisi dan masyarakat pesisir. Komunikasi langsung dengan kelompok nelayan diharapkan dapat membuat persoalan keamanan maupun keselamatan di laut lebih cepat diketahui dan ditangani. [dny/but]
Link informasi : Sumber