Pasar Wisata Diusulkan Jadi TPS Pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Solusi Hemat Proyek Rp80 Miliar

0

Ringkasan Berita:

  • Pasar Wisata diusulkan menjadi TPS sementara bagi pedagang Pasar Kota Bojonegoro.
  • Opsi ini dinilai paling realistis karena tidak membutuhkan pembangunan lokasi baru.
  • Penggunaan Pasar Wisata berpotensi menghemat anggaran proyek pembangunan pasar senilai Rp80 miliar.
  • DPRD meminta Pemkab segera memutuskan lokasi TPS agar pembangunan tidak molor.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Pasar Wisata Bojonegoro diusulkan menjadi Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi para pedagang Pasar Kota Bojonegoro selama proses pembangunan pasar utama berlangsung. Usulan ini muncul di tengah belum adanya keputusan final dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terkait lokasi relokasi pedagang, sementara proyek pembangunan Pasar Kota senilai sekitar Rp80 miliar segera memasuki tahap pelaksanaan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, menilai Pasar Wisata merupakan opsi paling realistis karena telah memiliki infrastruktur dasar berupa bangunan dan kios yang bisa langsung dimanfaatkan.

“Alternatif yang tak memerlukan biaya,” jelas Lasuri, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, pemanfaatan Pasar Wisata sebagai TPS dapat menekan beban anggaran daerah karena pemerintah tidak perlu membangun fasilitas penampungan baru dari nol.

Meski demikian, beberapa kios di lokasi tersebut tetap membutuhkan penyesuaian agar sesuai dengan kebutuhan para pedagang Pasar Kota.

Lasuri menegaskan bahwa penyesuaian tersebut hanya berupa perbaikan ringan sehingga tidak memerlukan anggaran besar. Bahkan, jika memungkinkan, para pedagang dapat melakukan penyesuaian mandiri.

Selain efisiensi anggaran, langkah ini dinilai mampu mempercepat proses relokasi sehingga proyek pembangunan Pasar Kota dapat segera dimulai sesuai jadwal.

Namun, ia menekankan bahwa relokasi tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa komunikasi intensif dengan para pedagang.

“Pemkab perlu meyakinkan pedagang pasar kota agar mau,” ungkapnya.

Pendekatan humanis dan komunikasi terbuka dinilai penting agar para pedagang memahami bahwa relokasi bersifat sementara demi pembangunan fasilitas pasar yang lebih representatif.

Lasuri juga mengingatkan bahwa penetapan lokasi TPS menjadi tahapan krusial sebelum proses lelang proyek pembangunan Pasar Kota dilaksanakan.

“Pembangunan sudah dianggarkan,” ujarnya.

Dengan waktu yang semakin terbatas karena telah memasuki bulan Mei, DPRD menilai Pemkab Bojonegoro harus segera mengambil keputusan agar target pembangunan selesai pada akhir tahun tetap dapat tercapai.

“Saat ini sudah bulan lima. Sehingga keputusan harus segera dilakukan,” tandasnya. [lim/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.