Paslon GUS Sebut Jangan Serahkan Wisata ke Investor, Sanusi: Wisata Dikelola BUMDES

0

Malang (beritajatim.com) – Debat publik perdana Pilbup Malang 2024 berlangsung seru. Di sesi kedua, moderator yang membacakan pertanyaan bagi Paslon nomor urut 2, Gunawan-Dokter Umar Usman (GUS) soal pariwisata, industri dan ekonomi.

“Kesejahteraan menjadi idaman penduduk di Kabupaten Malang, namun sesuai data BPS tahun 2024 mencatat, terdapat 240 ribu atau 9 ribu jiwa warga Kabupaten malang yang masuk kategori miskin ekstrem. Jumlah tersebut tertinggi di Jatim. Seandainya Paslon terpilih, bagaimana strategi dan langkah konkret untuk penguatan ekonomi pariwisata agar produktif, daya saing dan sumber daya lokal mengalami peningkatan,” tanya moderator, Jumat (25/10/2024) malam di Gedung DPRD Kabupaten Malang.

Menanggapi hal itu, Gunawan bilang, dirinya akan memetakan potensi yang ada. “Potensi ini tentunya tergantung daerah. Kalau potensi wisata tentunya yang harus kita gerakkan adalah potensi pariwisata. Saya ingin potensi ini di lakukan dengan cara gotong royong. Sehingga, kalau kita lakukan gotong royong, berarti yang menikmati adalah masyarakat itu sendiri. Tapi kalau potensi itu diberikan pada investor, tentunya masyarakat akan jadi penonton di negerinya sendiri,” tegas Abah Gun panggilan akrabnya.

Abah Gun mengaku, kalau kita ingin mengurangi angka kesejahteraan dan kemiskinan potensi itu harus kita lakukan secara gotong royong.

“Gotong royong inilah kunci kesuksesan, karena kita harus yakin dengan segala sesuatu yang tidak mungkin, dengan prinsip gotong royong, dengan kebersamaan kita yakin akan terwujud. Itulah yang akan kita lakukan untuk membangun Kabupaten Malang,” bebernya.

Hal sama juga ditegaskan dokter Umar. “Begitu bagus apa yang disampaikan pak Bupati saya, Pak Gunawan. Biar jadi doa baik. Bahwa, pemanfaatan potensi ini adalah tugas dari pemerintah. Tahukah bapak ibu sekalian, di gunung Modangan yang dipakai paralayang itu, adalah satu titik view melihat sunrise kelas dunia. Termasuk di Wonosari, Lawang untuk melihat sunrise juga. Sehingga kita bisa mendapat dolar jika dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya rupiah,” ucapnya.

Menggapai rivalnya, Sanusi mengungkap, jika wisata di pantai Kabupaten Malang itu bukan milik pemerintah daerah. Tapi miliknya Perhutani. Terima kasih mas dokter Umar, itu jalan dari Kepanjen sampai Modangan itu sudah kita perbaiki. Dan itu yang dikelola juga oleh BUMDES Modangan. Bukan Kabupaten Malang, makanya saran beliau itu bagus sekali. Dikelola masyarakat memang,” tutur Sanusi.

Sanusi menambahkan, pihaknya hanya memfasilitasi dan memberikan bantuan dibidang pariwisata.

“Saya selaku Bupati tidak pernah mengintervensi terhadap pengelolaan tempat wisata. Semua berjalan semestinya. Seperti wisata Pujon Kidul yang mendunia itu, juga diurus BUMDES. Wisata di Turen juga BUMDES. Karena yang kita kelola kita hanya pantau Balekambang dan pantai Ngliyep,” pungkas Sanusi. (yog)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.