Pemkab Bondowoso Perkuat Ketahanan Pertanian, 74 Titik Irpom Telah Terealisasi

0

Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi ancaman kekeringan dengan memperluas pemanfaatan irigasi perpompaan (Irpom).

Hingga 2026, sebanyak 74 titik Irpom telah terealisasi di Kabupaten Bondowoso. Dengan kemampuan rata-rata satu titik mengairi sekitar 15 hektare, seluruh sarana tersebut berpotensi mendukung pengairan sekitar 1.110 hektare lahan pertanian.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, Irpom menjadi salah satu alternatif untuk membantu petani mempertahankan produktivitas lahan ketika ketersediaan air terbatas.

Hal itu disampaikan Abdul Hamid saat meninjau Irpom di Kelompok Tani Setia Tani 10, Desa Suling Kulon, Kecamatan Cermee, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur pertanian tidak cukup diukur dari jumlah sarana yang telah dibangun. Pemerintah juga harus memastikan fasilitas tersebut benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat bagi petani.

“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dilaksanakan pemerintah benar-benar berjalan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani,” ujar Abdul Hamid.

Ia menjelaskan, Irpom memungkinkan air dari sumber yang tersedia dipompa dan dialirkan lebih dekat ke lahan pertanian. Sistem tersebut dapat menjadi alternatif ketika pasokan air dari jaringan irigasi maupun sumber lainnya mengalami keterbatasan.

Program Irpom di Bondowoso dilaksanakan secara bertahap. Pada 2024 tercatat terdapat 77 titik Irpom, sedangkan pada 2026 hingga saat ini telah terealisasi 74 titik.

Abdul Hamid menegaskan, capaian tersebut harus diikuti pengelolaan yang baik. Kelompok tani sebagai penerima manfaat memiliki peran penting dalam menjaga agar sarana yang telah dibangun dapat digunakan secara berkelanjutan.

“Yang lebih penting bukan hanya jumlah titiknya. Kita ingin memastikan bahwa setiap titik benar-benar berfungsi, dimanfaatkan secara optimal, dan dikelola secara berkelanjutan oleh kelompok tani,” katanya.

Pemkab juga meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan pendampingan serta monitoring secara berkala. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan sarana tetap berfungsi sekaligus mempercepat penanganan apabila muncul persoalan teknis di lapangan.

Abdul Hamid menilai ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Kekeringan berkepanjangan berpotensi menekan produktivitas sekaligus berdampak terhadap pendapatan petani.

Karena itu, pembangunan infrastruktur pengairan seperti Irpom ditempatkan sebagai salah satu strategi meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap perubahan kondisi iklim.

“Penyediaan infrastruktur pengairan seperti Irpom menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan ketahanan sektor pertanian terhadap kondisi tersebut,” ujarnya.

Selain meninjau Irpom, Pemkab Bondowoso menyerahkan bantuan peralatan pertanian melalui program BELATI kepada buruh tani.
Bantuan tersebut berupa cangkul, sabit, dan caping. Masing-masing jenis peralatan disediakan sebanyak 1.000 unit untuk penerima di seluruh Kabupaten Bondowoso.

Abdul Hamid mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas produksi pertanian.

“Bantuan ini kita arahkan untuk memberikan dukungan langsung kepada buruh tani sebagai salah satu pelaku penting dalam kegiatan produksi pertanian,” katanya.

Ia meminta penerima memanfaatkan dan merawat peralatan tersebut dengan baik. Menurutnya, keberlanjutan manfaat program pemerintah juga bergantung pada pengelolaan sarana oleh masyarakat.

“Pemerintah membangun infrastrukturnya, tetapi keberlanjutan manfaatnya sangat ditentukan oleh bagaimana sarana tersebut dikelola dan dimanfaatkan,” ujar Abdul Hamid.

Pemkab Bondowoso berharap penguatan sarana pengairan dan dukungan terhadap buruh tani dapat berjalan beriringan. Ketersediaan air yang lebih terjamin dan dukungan sarana produksi diharapkan membantu menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi dampak kekeringan terhadap petani.

“Manfaat Irpom jangan hanya kita ukur dari sisi pangan. Kita berharap keberadaan Irpom juga ikut mengurangi dampak kekeringan, memberikan kepastian bagi petani, dan memperkuat daya tahan sektor pertanian Bondowoso terhadap perubahan kondisi iklim,” pungkasnya. (awi/ian)


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.