Pemkab Gresik Guyur Dukungan Sekolah Rakyat, 75 Siswa Dibekali Ruangguru
Gresik (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat program Sekolah Rakyat melalui bimbingan akademik bersama Ruangguru dan pendampingan mengaji yang dibiayai APBD. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dari keluarga kurang mampu sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik, Ummi Khoiroh mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Untuk itu, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh anak-anak yang membutuhkan.
“Harapannya, anak-anak ini bisa mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya, Sabtu (10/10/2026).
Saat ini, sebanyak 75 siswa kelas XI mengikuti program Smart School bersama Ruangguru. Mereka mendapat pembelajaran tambahan untuk persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), latihan soal, hingga akses materi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan tes minat bakat.
Kepala Sekolah Rakyat Gresik, Rangga Pratama, menilai pendampingan tersebut membantu siswa memetakan kemampuan sekaligus menentukan arah pendidikan setelah lulus.
Dukungan tidak hanya menyasar prestasi akademik. Siswa jenjang SD, SMP, dan SMA juga memperoleh pendampingan mengaji lima kali sepekan, termasuk pembelajaran tahfiz Al-Qur’an. Kegiatan keagamaan itu dibiayai melalui APBD.
Salah satu siswa Sekolah Rakyat, Nailatur Rifdah berharap tambahan pembelajaran tersebut bisa membantu dirinya lebih siap menghadapi ujian dan meraih cita-cita.
“Kami ingin belajar lebih baik dan punya kesempatan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Selain dukungan pembelajaran, Pemkab Gresik menyediakan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp250 miliar.
Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik menerima 270 siswa baru pada 30 Agustus 2026, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Secara keseluruhan, sekolah tersebut menampung 405 siswa, termasuk siswa titipan dari Kabupaten Lamongan.
Melalui dukungan akademik, dan fasilitas pendidikan, pemerintah daerah berupaya memperluas akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. [dny/ian]
Link informasi : Sumber