Pemkab Jember Bentuk Satgas Pasar Tanjung
Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membentuk satuan tugas untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi, penertiban, dan pemeliharaan Pasar Tanjung berjalan efektif dan terkoordinasi.
Satgas ini terdiri atas tim pengarah dan tim pelaksana. Tim pengarah bertanggung jawab atas pengarahan kebijakan makro, kepastian hukum, dan koordinasi antarinstansi. Tim ini beranggotakan Bupati, Kepala Kepolisian Resor Jember, Komandan TNI Distrik Militer 0824, Kepala Kejaksaan Negeri, dan pimpinan DPRD Jember.
Tim pelaksana bertugas mengeksekusi operasional, pembenahan teknis, penertiban, dan pengawasan di lapangan. Tim ini terdiri atas Ketua Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang ex-officio, Dinas Koperasi UKM Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, camat, perwakilan pedagang, dan pengurus RT dan RW setempat.
Bupati Muhammad Fawait mengatakan, sejumlah solusi dari Pemkab Jember sudah ditawarkan dalam pertemuan dengan ratusan orang pedagang di Pendapa Wahyawibawagraha, Selasa (22/9/2026). “Kalau ada koreksi-koreksi tentunya nanti kita perbaiki lagi. Tidak mungkin kita bikin kebijakan langsung sempurna, kita bikin kebijakan langsung bagus, enggak mungkin,’ katanya.
Fawait mengatakan, prioritas penataan adalah pedagang yang tercatat sebagai warga Jember. “Sekarang tidak boleh lagi ada konflik antara pedagang yang di (lantai) atas sama yang di (lantai) bawah, yang di pasar maupun yang di jalan. Ini sudah mulai ada titik temu. Untuk pedagang dari luar Jember, nanti kita carikan solusi berikutnya,” katanya.
Pemkab Jember berencana membongkar dan memperbarui bangunan Pasar Tanjung tahun depan. Sejumlah pedagang meminta Pasar Tanjung tak dibongkar total dan hanya direhabilitasi.
Bupati Fawait menganggap suara yang berbeda itu bagian dari demokrasi. “Kemarin terakhir, (Pasar Tanjung) boleh dibongkar setelah Ramadan. Sekarang ada yang mengatakan kalau bisa jangan dibongkar, tapi direhab. Itu bagian dari demokrasi dan nanti kita cari titik temu bersama,” katanya.
Bagi Fawait, memperbaiki total atau hanya merehabilirasi hanya urusan teknis. Dia meminta agar solusi dan kebijakan yang sudah disepakati bersama untuk menata Pasar Tanjung dalam waktu dekat dijalankan lebih dulu. “Seiring dengan waktu dan mungkin perkembangan-perkembangan yang lain, bisa kita perbaiki lebih baik lagi,” katanya. [wir/but]
Link informasi : Sumber