Pemkab Lumajang Perpanjang Tanggap Darurat Kekeringan hingga 11 Desember 2026

0

Ringkasan Berita:

  • Pemkab Lumajang memperpanjang masa tanggap darurat kekeringan hingga 11 Desember 2026.
  • Krisis air bersih masih terjadi di enam kecamatan, yakni Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.
  • BPBD Lumajang menyiagakan enam truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih setiap hari.
  • Musim kemarau di Lumajang diprediksi berakhir pada Desember 2026, meski hujan berpotensi turun lebih awal.

Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memperpanjang masa tanggap darurat bencana kekeringan hingga 11 Desember 2026. Kebijakan tersebut diambil karena musim kemarau masih berlangsung dan menyebabkan krisis air bersih di enam kecamatan.

Sebelumnya, Pemkab Lumajang menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari, terhitung sejak 14 Juli hingga 7 Oktober 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang kemudian memperpanjang masa tanggap darurat tersebut mulai 8 Oktober hingga 11 Desember 2026.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan karena dampak kekeringan masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Enam kecamatan yang masih mengalami krisis air bersih meliputi Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.

“Jadi, untuk tanggap darurat kekeringan sudah kita perpanjang sejak tanggal 8 Oktober sampai 11 Desember 2026,” ucap Isnugroho di Lumajang, Senin (12/10/2026).

Selama masa perpanjangan tanggap darurat, BPBD Lumajang terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Sebanyak enam armada truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter disiagakan untuk mendukung distribusi air bersih secara rutin setiap hari.

Isnugroho mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima BPBD, terdapat target 250 titik distribusi atau droping air bersih. Hingga saat ini, penyaluran air masih berjalan lancar dengan dukungan para relawan.

“Jadi, untuk update titik kekeringan itu berdasarkan laporan ada target 250 titik droping, dan sampai saat ini distribusi air masih lancar dibantu relawan juga,” tambahnya.

BPBD Lumajang memperkirakan musim kemarau di wilayah tersebut mulai berakhir saat memasuki Desember 2026. Namun, peluang turunnya hujan lebih awal tetap diharapkan agar krisis air bersih dapat segera teratasi.

Pemerintah Kabupaten Lumajang juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mendukung penanganan krisis air bersih selama masa tanggap darurat.

“Semoga prediksi BMKG tidak meleset awal November sudah hujan, walaupun di Lumajang prediksinya Desember. Kalau itu terjadi dan kekeringan bisa teratasi otomatis tanggap darurat akan dihentikan,” ungkapnya. [has/beq]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.