Penari Korban Selamat KMP Batumandi Tiba di Banyuwangi, Siap Tampil Acara Gandrung Sewu

0

Banyuwangi (beritajatim.com) – Rombongan penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung, yang selamat dari kebakaran KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, akhirnya tiba di Banyuwangi, Kamis (22/10/2026).

Kedatangan rombongan lima penari dan pendamping, disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Selama perjalanan menuju Banyuwangi, para penari didampingi dan difasilitasi oleh Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatera Selatan.

“Alhamdulilah, kami sangat bersyukur para penari maupun pendamping selamat dan bisa sampai ke Banyuwangi. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan solidaritas dari teman-teman Ikawangi,” kata Ipuk.

Ipuk mengaku salut atas semangat para penari yang memutuskan tetap melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi untuk tampil di Gandrung Sewu.

“Saya sangat salut dan terharu, meski masih diliputi trauma bahkan juga ada yang cedera ringan, tapi mereka tetap bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu. Kami juga berterima kasih atas solidaritas Ikawangi yang turut membantu segala kebutuhan para penari hingga bisa sampai ke Banyuwangi,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga menyerahkan aksesoris Gandrung Sewu kepada para penari, seperti selendang, kipas, dan KTP yang sebelumnya terbakar di dalam mobil para peserta.

“Kemarin videocall mereka sangat sedih juga karena kostum, kipas dan selendang untuk menari Gandrung turut terbakar. Kita juga bantu urus KTP yang hilang. Keperluan mereka selama di Banyuwangi hingga pulang nanti akan dibantu pemkab,” kata Ipuk.

Ketua Ikawangi Sumatera Selatan Suroso mengatakan, sebenarnya terdapat delapan penari dari asal Palembang dan Lampung yang akan tampil di Gandrung Sewu.

Suroso menceritakan, rombongan penari berangkat Selasa pagi melalui perjalanan darat mengendarai mobil. Namun saat hampir berlabuh di Pelabuhan Merak, KMP Batumandi yang mereka tumpangi ternyata terbakar.

“Sebenarnya peserta total semuanya ada delapan, tiga orang berangkat duluan. Lima orang ini yang berangkat bersama-sama. Mobil yang membawa anak-anak (penari) terbakar di kapal. Bahkan barang-barang mereka juga ikut terbakar. Tapi yang penting kami semua selamat,” kata Suroso.

Saat di Pelabuhan Merak, usai evakuasi kejadian japal terbakar tersebut Suroso sempat bertanya pada para penari apakah ingin pulang atau lanjut ke Banyuwangi.

“Ternyata mereka semua memutuskan untuk lanjut, karena ingin tampil di Gandrung Sewu,” jelas Suroso.

Akhirnya dengan dibantu Ikawangi Pusat di Jakarta, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi menggunakan bus.
“Solidaritas Ikawangi memang luar biasa. Kami sangat dibantu sepanjang perjalanan,” jelas Suroso.

Salah satu penari Fitri mengaku bersyukur bisa selamat dari peristiwa kebakaran kapal tersebut. “Puji Tuhan kami diberi keselamatan. Kami sangat bersemangat untuk tampil di Gandrung Sewu,” tandasnya. [alr/aje]


Link informasi : Sumber

Leave A Reply

Your email address will not be published.