Perahu Karam, Nelayan di Sumenep Meninggal Tercebur Laut
Sumenep (beritajatim.com) – Sebuah kecelakaan laut terjadi di perairan Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep Madura. Perahu nelayan karam dan menyebabkan satu orang meninggal.
“Korban meninggal atas nama M. Rusdi, 72 tahun, warga Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan. Dia tercebur laut saat perahunya karam,” kata Kapolsek Prenduan AKP Hudi Susilo, Jumat (10/07/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi ketika korban berangkat ke tengah laut untuk memasang jaring ikan menggunakan perahu berbahan fiber berukuran sekitar 5 meter. Korban pergi melaut bersama sepupunya, Bustomi, serta dua cucu Bustomi, yakni Ulfa Lailatul Husna (13) dan Ahmad Habibi (5).
Saat proses pemasangan jaring berlangsung, korban berjalan ke sisi perahu sehingga perahu kehilangan keseimbangan dan akhirnya karam. Keempat penumpang sempat tercebur ke laut.
Beruntung, saat itu ada nelayan lain yakni Musliyanto alias P. Rizki, yang sedang mencari rajungan di sekitar lokasi. P Rizki pun segera memberikan pertolongan. Seluruh korban berhasil dievakuasi ke atas perahunya.
“Tapi setelah keempat korban dinaikkan ke perahu dan dilakukan pengecekan, M. Rusdi diketahui telah meninggal dunia. Diduga korban meninggal akibat kehabisan tenaga saat tercebur laut,” ungkap Hudi.
Selanjutnya, seluruh korban dibawa ke daratan. Bustomi mendapatkan perawatan di Puskesmas Pragaan, sedangkan Ulfa Lailatul Husna dan Ahmad Habibi menjalani perawatan di rumah keluarganya. Sementara jenazah M. Rusdi langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Pihak keluarga korban menyatakan menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah Rusdi, dan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut diduga murni merupakan kecelakaan laut dan tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan maupun tindak pidana,” terang Hudi.
Ia pun mengimbau masyarakat khususnya para nelayan, agar senantiasa mengutamakan keselamatan saat melaut dengan memperhatikan kondisi cuaca, kapasitas perahu, serta menggunakan perlengkapan keselamatan guna meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan di laut. (tem/ian)
Link informasi : Sumber