Perbaikan Talud Longsor Telaga Sarangan Magetan Ditunda hingga Tahun Depan
Ringkasan Berita:
- Perbaikan talud longsor di kawasan Telaga Sarangan, Magetan, belum dapat dilakukan pada 2026.
- Anggaran perbaikan oleh BBWS Bengawan Solo belum mendapat persetujuan sehingga pekerjaan direncanakan pada 2027.
- Pemkab Magetan akan kembali memastikan perkembangan rencana tersebut dalam agenda sosialisasi sempadan Telaga Sarangan.
- Kondisi talud saat ini disebut masih stabil dan belum terjadi tambahan longsoran.
Magetan (beritajatim.com) – Perbaikan talud yang longsor di kawasan Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, belum dapat dilakukan tahun ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menyebut anggaran perbaikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo belum mendapat persetujuan sehingga pekerjaan direncanakan bergeser ke tahun depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muhtar Wahid mengatakan, sebelumnya perbaikan talud direncanakan berlangsung pada September 2026 oleh BBWS Bengawan Solo. Waktu tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi air Telaga Sarangan yang diperkirakan telah surut sehingga pekerjaan dapat dilakukan.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena dukungan anggaran untuk perbaikan belum disetujui.
“Informasi sebelumnya kan mau dikerjakan di bulan September 2026 ini oleh BBWS Bengawan Solo, ketika air sudah surut. Nah, ternyata perkembangannya eh terakhir ketemu Pak Wabup dengan Kepala BBWS dengan Komisi V DPR RI ternyata anggarannya belum disetujui untuk perbaikan tahun ini. Sehingga direncanakan tahun depan perbaikan talud yang longsor di Telaga Sarangan itu,” kata Muhtar.
Menurut dia, informasi tersebut merupakan perkembangan terakhir yang diterima Pemkab Magetan. Kendati demikian, pemerintah daerah masih akan memastikan kembali kemungkinan adanya perubahan rencana dalam agenda sosialisasi sempadan Telaga Sarangan yang dijadwalkan berlangsung Kamis.
Muhtar menyebut kegiatan tersebut juga akan dihadiri pihak BBWS. Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Pemkab Magetan untuk memperoleh kepastian terbaru mengenai rencana penanganan talud sekaligus persoalan sempadan telaga.
“Itu informasi terakhir. Tapi nanti hari Kamis kami juga lawan Solo juga akan datang ke Magetan terkait sosialisasi sempadan Telaga Sarangan. Itu nanti saya pastikan lagi informasinya apakah ada perubahan informasi nanti saya pastikan lagi ketika nanti ada rapat di ruang rapat 2 PU terkait dengan sempadan Telaga Sarangan. BBWS kepalanya mau datang juga informasinya seperti itu. Gitu yang terakhir ya,” ujarnya.
Dari sisi kondisi lapangan, Muhtar memastikan longsoran yang terjadi sejauh ini belum menunjukkan penambahan. Ia menjelaskan, bagian yang mengalami longsor merupakan lapisan talud dan material urukan, sementara tanah pada kondisi eksisting di lokasi dinilai cukup keras.
“Eh dari sisi kondisi sekarang tanah itu sebetulnya kan tanah air juga tanah keras. Yang longsor itu adalah lapisan-lapisan taludnya saja sama urukannya. Kalau tanah kondisi existing-nya itu keras sehingga sampai sekarang masih terlihat stabil dan eh masih belum ada tambahan kelongsoran ya, gitu. Mudah-mudahan tidak menambah,” katanya.
Telaga Sarangan merupakan salah satu kawasan wisata utama di Magetan sehingga kondisi talud menjadi perhatian, terutama berkaitan dengan keamanan kawasan dan aktivitas masyarakat serta wisatawan di sekitar telaga.
Selama perbaikan permanen belum dilakukan, kondisi talud tetap perlu dipantau. Pemkab Magetan selanjutnya akan kembali berkoordinasi dengan BBWS melalui agenda sosialisasi sempadan Telaga Sarangan pada Kamis untuk memastikan perkembangan anggaran dan jadwal penanganan talud longsor. [fiq/beq]
Link informasi : Sumber