Ponorogo Masih Buru Siswa SD untuk Sekolah Rakyat
Ponorogo (beritajatim.com) – Jelang tahun ajaran baru, Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ponorogo memasuki tahap akhir penetapan peserta didik.
Namun, tidak semua jenjang pendidikan memiliki kondisi yang sama. Jika kuota SMP dan SMA sudah terpenuhi bahkan kelebihan peminat, jenjang SD justru masih membutuhkan tambahan calon siswa.
Ketua Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Ponorogo Kademin mengatakan, rapat pleno penetapan calon peserta didik telah dilaksanakan pada akhir bulan lalu. Dari hasil pleno tersebut, kuota rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP dan SMA masing-masing telah terisi 30 siswa sesuai target. Bahkan, jumlah pendaftar yang lolos proses verifikasi melebihi daya tampung. Tercatat, terdapat 21 calon siswa cadangan di jenjang SMP dan 28 calon siswa cadangan untuk jenjang SMA.
“Anak-anak yang belum tertampung tidak kami biarkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas agar mereka tetap memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri maupun pondok pesantren,” ujar Kademin, ditulis Minggu (5/7/2026).
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada jenjang SD. Hingga rapat pleno digelar, jumlah peserta didik yang ditetapkan baru mencapai 16 anak. Angka tersebut masih jauh dari target sebanyak 30 siswa.
“Kalau untuk jenjang SD masih kurang, baru 16 anak,” katanya.
Meski demikian, proses penjaringan peserta didik untuk jenjang SD masih terus dilakukan oleh pendamping PKH. Upaya tersebut diharapkan mampu menambah jumlah calon siswa dalam waktu dekat. Sehingga kebutuhan kuota dapat terpenuhi sebelum kegiatan belajar dimulai.
“Kami optimistis kuota SD bisa terpenuhi sebelum kegiatan open house dan masa pengenalan lingkungan sekolah pada 15 Juli nanti,” katanya.
Kademin menjelaskan, seluruh peserta didik yang telah dinyatakan lolos nantinya akan diberangkatkan ke Sekolah Rakyat Permanen Madiun sebagai lokasi pembelajaran sementara. Sebelum masuk asrama, seluruh siswa diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan mengikuti proses pendidikan.
Dia menambahkan, peluang bergabung ke Program Sekolah Rakyat masih terbuka meski tahun ajaran telah berjalan. Karena itu, proses penjaringan calon peserta didik, khususnya jenjang SD, tetap dilanjutkan.
“Kalaupun ada peserta didik baru di tengah semester tetap bisa kita masukan, jadi terus kami lakukan penjaringan,” pungkasnya.(end/ted)
Link informasi : Sumber